Terapi Musik Bantu Sembuhkan Ragam Penyakit

Bisakah Anda tidak mendengarkan musik dalam satu hari? Sebagian orang telah terbiasa mendengarkan musik saat pertama kali terbangun, berada di transportasi umum, bekerja, pun sebelum tertidur.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 06 Agustus 2019  |  08:35 WIB
Terapi Musik Bantu Sembuhkan Ragam Penyakit
Pianis muda Nitya Primantari - JIBI/Peni Widarti

Bisnis.com, JAKARTA - Bisakah Anda tidak mendengarkan musik dalam satu hari? Sebagian orang telah terbiasa mendengarkan musik saat pertama kali terbangun, berada di transportasi umum, bekerja, pun sebelum tertidur. 

Bahkan sebagian orang menyebut musik adalah energi yang mampu menenangkan saat suasana genting atau hari sedang sibuk-sibuknya.

Terdapat berbagai jenis musik yang dapat diputar sesuai dengan kebutuhan yang hampir semuanya terhubung pada emosi pendengarnya seperti senang, gundah, relaksasi hingga sedih.

Hal ini yang menjadi alasan mengapa musik telah diteliti beberapa tahun terakhir sebagai media terapi

Dikutip dari Times of India, terapi musik secara khusus dapat digunakan sebagai produk meditasi untuk pasien mengindentifikasi masalah tersembunyi dan memecahkannya dengan menyatukan berbagai stimuli otak.

Musik telah lama dipercaya sebagai penghilang stres bagi kebanyakan orang karena mampu mengurangi perasaan panik di tengah stres, tekanan dan kekhawatiran di sekitaran pendengar. 

Musik juga dinilai sebagai sensor kedua yang paling peka Anda rasakan setelah bau-bauan, sehingga Anda bisa dengan cepat beradaptasi dengan ritme musik.

Manfaat Terapi Musik

Otak sebenarnya sudah mulai terbentuk sejak usia kanak-kanak demi merespon atau memroses melodi dengan lebih baik. Jika digunakan dengan baik dan benar, musik bisa membuat hidup Anda lebih bahagia.

Dengan mengurangi energi negatif, musik dapat membantu orang berkonsentrasi sehingga seringkali dokter mendengarkan musik sebelum atau bahkan saat menjalani kegiatan medik.

Musik juga ternyata membantu menyembuhkan penyakit. Ketika mendengarkan musik, seringkali otot badan bereaksi terhadap tempo musik yang dimainkan tanpa Anda harus berpikir. 

Maka dari itu, mendengarkan musik dipilih menjadi cara terapi bagi penderita stroke dengan harapan dapat berbicara kembali, mengobati depresi, autisme, bahkan post-cognitive stress disorders.

Terapis menyajikan musik dalam berbagai bentuk seperti instrumen, suara gumaman, siulan atau penulisan lagu untuk penyelesaian masalah, sehingga terapi musik efektif membantu orang dari segala umur (bahkan untuk orang yang buta nada) berjuang melawan masalah kesehatannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
musik, stres, terapi

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top