Para Ibu, Jangan Malas Menyusui Anak

"Kalau sudah punya anak nggak boleh malas menyusui, kan itu kebutuhan anak," ujar Kirana Pritasari, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat dalam workshop Pekan ASI Sedunia di Gedung Kemenkes pada Rabu (8/8/2019).
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 07 Agustus 2019  |  13:50 WIB
Para Ibu, Jangan Malas Menyusui Anak
Ilustrasi - Talkfeed.co.za

Bisnis.com, JAKARTA - "Kalau sudah punya anak nggak boleh malas menyusui, kan itu kebutuhan anak," ujar Kirana Pritasari, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat dalam workshop Pekan ASI Sedunia di Gedung Kemenkes pada Rabu (8/8/2019).

Kirana menyarankan agar wanita menyusui yang sedang bekerja diberikan ruang khusus laktasi yang sudah tertuang dalam permenkes bagi gedung perkantoran.  

"Tempat kerja di perusahaan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) Perkantoran Permenkes itu tidak hanya aman, tapi termasuk ruang menyusui. Di perusahaan juga begitu, ada gerakan untuk perempuan untuk punya ruang laktasi," terangnya. 

Kirana menjelaskan secara alamiah puting susu ibu pasti berbeda, namun dengan berolahraga dan gizi yang tercukupi, ibu menyusui dipastikan dapat memproduksi ASI dengan baik. 

"Bukan hanya air susu yang diminum bayi, tapi hormon-hormon pada ibu itu keluar termasuk oksitosin tadi yang mempengaruhi rahim. Jadi rahim itu berkontraksi, kalau berkontraksi pendarahan itu cepat berhenti, masa nifas (darah yang keluar dari rahim) lebih cepat selesai jadi ibu bisa lebih fit dan sehat kembali bisa seperti semula jadi penting sekali," jelasnya. 

Menurutnya, ASI adalah kebutuhan bayi dan tidak ada satu makanan pun yang mampu menandingi kebaikan ASI.

Susu formula semahal apapun juga memiliki kandungan yang sama, sedangkan ASI memiliki kandungan yang berbeda tergantung dari usia bayi.  

"Kita ikut bertanggung jawab memberikan makanan terbaik untuk bayi yaitu ASI. Praktis tidak perlu cuci botol. ASI lebih efisien. Segi biaya bisa dihitung," katanya. 

Kirana juga menyarankan kontak psikis bagi ibu seperti mengelus bayi sebagai kunci tumbuh kembang balita agar terhindar dari masalah psikologis. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
air susu ibu, relaktasi, hormon

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top