Seduh Nikmat Kopi di Pagelaran Jakarta Coffe Week 2019

Diadakan sejak 2016, di tahun keempatnya Jacoweek akan merangkul tema Be Kind, yang bermakna setiap pelaku industri kopi maupun penikmatnya diajak untuk semakin sadar akan ramah lingkungan hidup. Perhelatan agenda yang diadakan oleh ABCD School of Coffe dan Hype ini menghadirkan ratusan lapak berbagai merek dagang dan usaha.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 22 Agustus 2019  |  02:21 WIB
Seduh Nikmat Kopi di Pagelaran Jakarta Coffe Week 2019
General Manager ABCD School of Coffe, Willyanto (kanan) dan Muhammad Gumilang (tengah) selaku Senior Vice President Retail Deposits Product and Solution Bank Mandiri sedang meroasting kopi. - Bisnis/Akbar Evandio

Bisnis.com, JAKARTA – Acara tahunan yang ditunggu oleh para pelapak maupun penikmat kopi Nusantara, melalui agenda Jakarta Coffe Week (Jacoweek) 2019  akan kembali diselenggarakan pada 30 Agustus hingga 1 September 2019 di Swissotel Ballrom Lantai 7 Pantai Indah Kapuk (PIK) Avenue.

Diadakan sejak 2016, di tahun keempatnya Jacoweek akan merangkul tema Be Kind, yang bermakna setiap pelaku industri kopi maupun penikmatnya diajak untuk semakin sadar akan ramah lingkungan hidup. Perhelatan agenda yang diadakan oleh ABCD School of Coffe dan Hype ini menghadirkan ratusan lapak berbagai merek dagang dan usaha.

General Manager dari ABCD School of Coffe, Willyanto menuturkan bahwa agenda tersebut dibuat rutin disetiap tahun, karena ingin berfokus pada edukasi terhadap kopi, selain itu dirinya ingin mengenalkan speciality coffee untuk khalayak yang lebih luas.

“Jadi lebih ingin memperkenalkan dan memperluas wawasan mengenai kopi, secara latar belakang serta mencapai bagaimana meracik dan menemukan kopi yang berkualitas melalui agenda di 30 Agustus sampai 1 September 2019 nanti,” ungkapnya saat konfersi pers di ABCD School of Coffe, Cikini, Menteng, Rabu, (21/8/2019).

Ia menambahkan, pihaknya menargetkan peningkatan jumlah pengunjung pada gelaran tahun ini. Setelah sukses dengan 21.000 pengunjung di tahun lalu, Jacoweek 2019 kali ini mematok peserta lebih dari 25.000 pengunjung.

“Kalau kita libat dari perkembangannya mudahnya dilihat dari jumlah pengunjung yang selalu naik, di tahun ini akan ada beberapa tenant baru yang menjual kopi susu yang sedang marak di masyarakat” bebernya.

Didukung oleh 100 lebih lapak kopi dan makanan serta pasar kopi yang akan menjajakan biji kopi pilihan dari para petani kopi Nusantara, Jacoweek 2019 diharapkan memberikan denyut segar bagi industri kopi dan meningkatkan kesadaran bahwa pentingnya menjaga lingkungan untuk melestarikan masa depan kopi nusantara dan dunia.

Adapun, Muhammad Gumilang selaku Senior Vice President Retail Deposits Product and Solution Bank Mandiri menuturkan pentingnya acaa ini karena mempertemukan secara langsung berbagai golongan dalam industri kopi spesialti.

“Bank Mandiri berharap dapat menguatkan industri kopi spesialti Indonesia agar tidak menjadi tren sesaat melainkan budaya dan gaya hidup, sehingga tercipta keberlangsungan yang terus bertumbuh,” jelasnya.

Setiap tahun jacoweek selalu berhasil menarik perhatian. Seperti pada 2017 yang sedikitnya 106 tenant telah ambil bagian dan berhasil menghadirkan 13.200 orang pengunjung dan mencatatkan transaksi hingga Rp2,9 miliar. Sementara pada 2018, dengan 138 tenant mencatat Rp.3,3 miliar lebih dengan 21.536 pengunjung

“Tahun ini kami [Bank Mandiri] optimis menargetkan akan mencapai transaksi dari pengunjung sebesar Rp5 miliar. Namun, target kami yang sebenarnya justru ingin mendukung tren kopi Nusantara agar selalu berkembang,” ungkapnya.

Tiket jacoweek yang sebelumnya berharga Rp25.000 kini naik dua kali lipat, karena dengan tema be kind penggagas acara ingin mengajak pengunjung agar peduli dan ramah pada lingkungan. Kenaikan harga tiket karena saat masuk pengunjung akan diberikan tote bag sebagai pengurangan penggunaan plastik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kopi, bank mandiri

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top