Rhenald Kasali: Lewat Orkestrasi Manusia Dapat Dimobilisasi

Akademisi dan praktisi bisnis, Rhenald Kasali meluncurkan pemikiran terbarunya yang dibalut melalui buku. Isu yang ramai menjadi perbincangan di masyarakat menjadi landasan baginya untuk kembali mencerahkan perjalanan bangsa ini.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 25 September 2019  |  04:13 WIB
Rhenald Kasali: Lewat Orkestrasi Manusia Dapat Dimobilisasi
Rhenald Kasali dengan buku barunya - Akbar Evandio

Bisnis.com, JAKARTA – Akademisi dan praktisi bisnis, Rhenald Kasali meluncurkan pemikiran terbarunya yang dibalut melalui buku. Isu yang ramai menjadi perbincangan di masyarakat menjadi landasan baginya untuk kembali mencerahkan perjalanan bangsa ini.

“Selamat datang di era #MO, dengan tagar Mobilisasi dan Orkestrasi. ini suatu era, di mana teori bisnis menjadi usang dan berbagai model bisnis tidak lagi relevan”. Sambut Rhenald Kasali untuk buku terbarunya berjudul #MO yang diterbitkan oleh Penerbit Mizan, pada acara Talkshow with Rhenald Kasali di Kinokuniya Bookstore Plaza Senayan, Jakarta.

Buku #MO Sebuah Dunia Baru yang Membuat Banyak Orang Gagal Paham merupakan karya ke-31 yang dilahirkan oleh Rhenald Kasali. Seperti buku-buku sebelumnya yang mengupas tentang perubahan, mindset dan manajemen bisnis.

Adapun, buku #MO berfokus dalam menyorot tentang fenomena bisnis terkini yang terimbas langsung oleh teknologi. Menurutnya, dampak mobilisasi dan orkestrasi ini membuat banyak orang gagal paham.
“Kita memasuki dunia baru, dengan segala pemikiran dan cara-cara baru.

Cara baru ini memunculkan kekuatan baru [New Power] yang menggoyahkan kekuatan lama [Old Power], akibatnya The Main is No Longer the Main, contohnya saja televisi yang mulai kehilangan pendapatan utamanya karena munculnya alternatif tontonan baru,” jelas Rhenald Kasali.

Pada era #MO (Mobilisasi dan Orkestrasi) ini, banyak terobosan milenial yang membuat Old Power gagal paham. Ketika milenial membuat suatu usaha, misalnya, mereka tidak menggunakan aset layaknya bisnis lama yang bisa terlihat, dihitung, dan dijaminkan ke bank.

Selain itu, contoh lain ialah saat membuka usaha hotel, mereka tidak membeli tanah dan membangun hotel, namun mereka mengajak hotel ataupun rumah pribadi untuk berkolaborasi menjadi bagian dari usaha hotel mereka, seperti yang dilakukan oleh Airbnb dan Red

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rhenald kasali

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top