Konsumsi Bawang Kurangi Risiko Kanker Payudara

Para wanita yang suka menambahkan bawang ke makanan mereka mungkin memiliki risiko lebih rendah terkena kanker payudara, menurut sebuah studi terbaru di Amerika.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 September 2019  |  09:44 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Para wanita yang suka menambahkan bawang ke makanan mereka mungkin memiliki risiko lebih rendah terkena kanker payudara, menurut sebuah studi terbaru di Amerika.

Seperti dilansir Medical Daily, untuk sampai pada hasil itu para peneliti menganalisis manfaat bawang merah dan bawang putih yang digunakan dalam sofrito, makanan pokok di Puerto Rico.

Banyak wanita di pulau Karibia menambahkan bawang ke guisos atau semur dan hidangan berbahan dasar kacang dan beras.

"Puerto Rico memiliki tingkat kanker payudara yang lebih rendah dibandingkan dengan daratan A., yang membuatnya menjadi populasi penting untuk dipelajari," ujar Gauri Desai, penulis studi utama dan mahasiswa PhD epidemiologi di University at Buffalo (UB).

Para peneliti mengumpulkan lebih dari 600 wanita yang terdaftar dalam Atabey Study of Breast Cancer. Mereka kemudian menganalisis pola makan dan kesehatan para partisipan dari 2008-2014 untuk melihat bagaimana kanker payudara berkembang.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrition and Cancer itu menunjukkan, para wanita yang makan sofrito lebih dari sekali sehari memiliki risiko 67 persen lebih rendah terkena kanker payudara dibandingkan dengan mereka yang tidak mengkonsumsi makanan itu.

"Kami menemukan di antara wanita Puerto Rico, asupan bawang dan bawang putih, serta sofrito, dikaitkan dengan penurunan risiko kanker payudara," kata Desai.

Para peneliti mengatakan bawang dan bawang putih mengandung senyawa flavonol dan organosulfur yang berpotensi membantu penurunan risiko kanker.

Bawang mengandung alk(en)yl sistein sulfoksida, sedangkan bawang putih menawarkan S-allylcysteine, dialil sulfida dan dialil disulfida.

"Senyawa ini menunjukkan sifat anti kanker pada manusia, serta dalam penelitian pada hewan percobaan," menurut Lina Mu, penulis penelitian senior dan seorang profesor epidemiologi dan kesehatan lingkungan di UB.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bawang merah

Sumber : Antara

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top