Agar Transparansi dalam Budaya Kerja Tak Timbulkan Kerugian

transparansi bisa menjadi teman atau musuh, tergantung seberapa jauh Anda menjalaninya dan bagaimana menanganinya.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 14 Oktober 2019  |  12:32 WIB
Agar Transparansi dalam Budaya Kerja Tak Timbulkan Kerugian
Ilustrasi - About.com

Bisnis.com, JAKARTA - Transparansi adalah hal penting dalam budaya kerja di banyak perusahaan saat ini. Hal ini didorong oleh perubahan struktur dunia kerja dimana karyawan selalu mencari pengetahuan, kejelasan dan kepercayaan dari pihak yang mempekerjakan mereka.

Fakta ini dilengkapi dengan perkembangan teknologi yang memungkinkan kemudahan akses terhadap fakta dan opini yang ada tentang rincian pekerjaan yang dulu hanya diperuntukkan bagi kalangan tertentu saja.

Selain itu, media sosial telah membawa transparansi ke ranah yang lebih modern, dengan banyaknya ponsel pintar yang dilengkapi dengan fitur kamera dan video perekaman, memungkinkan karyawan dengan mudah mendokumentasikan dan berbagi informasi secara terbuka. Ada juga berbagai situs pekerjaan, forum diskusi dan berbagai situs peringkat yang mendokumentasikan etika pekerjaan dan budaya perusahaaan, bahkan mengungkapkan rincian seperti gaji, manfaat dan fasilitas lainnya untuk perbandingan yang kompetitif.

Dengan demikian, transparansi bisa menjadi teman atau musuh, tergantung seberapa jauh Anda menjalaninya dan bagaimana menanganinya.
Oleh karena itu, perusahaan harus selalu siap untuk menangani secara professional skenario dan tindakan budaya etik kerja yang tidak terdugasetiap saat atau menghadapi konsekuensi memalukan dan bahkan mengalami kerugian yang parah seperti halnya United Airlines.

United Airlines baru- baru ini mengalami kerugian hampir mencapai US $1 miliar setelah terjadinya kesalahan manajemen pada peristiwa penerbangan yang terlalu padat.

Di sisi lain, ada yang mengatakan bahwa kejujuran adalah kebijakan terbaik. Yang pertama dan terpenting, transparansi menarik bagi kebanyakan generasi muda (Millenials dan Generasi Z).

Memiliki budaya transparansi adalah satu cara untuk memastikan Anda bisa menarik dan mempertahankan sumber daya manusia tersebut. Transparansi juga meningkatkan keterlibatan karyawan karena dapat mengembangkan pencapaian tujuan dan kepuasan bekerja ketika ada kepercayaan.

Hal yang lebih penting lagi, sama dengan berita buruk yang menyebar melalui media sosial, transparansi juga bisa menimbulkan dampak positif di tempat kerja Anda melalui reputasi yang baik.

Situs pencarian kerja Jobstreet.com memberi penjelasan mengenai seberapa jauh Anda dapat membawa iklim transparansi ke dalam budaya perusahaan. Berikut penjelasannya.


1. Memberikan informasi gaji

Salah satu isu khusus yang penting bagi karyawan adalah apakah informasi tentang gaji dan upah itu harus diberikan secara terbuka atau tidak. Kerahasian gaji telah menjadi norma umum selama berpuluh-puluh tahun dan kebanyakan orang merasa tidak nyaman jika kita diminta untuk mengungkapkan berapa gaji kita. Kerahasiaan gaji dapat menyebabkan peningkatan ketidaksetaraan dan karyawan cenderung merasa tidak aman ketika mereka tidak mengerti bagaimana kebijakan gaji pekerjaan mereka, mengapa beberapa karyawan dibayar lebih tinggi daripada mereka, dan mereka terus-menerus merasa kurang dihargai.

Di sisi lain, ketika karyawan tahu seberapa mereka layak dan berbagi detail gaji menjadi percakapan sehari-hari di kantor, mereka akan menjadi lebih termotivasi untuk memperbaiki diri untuk menaikan gaji mereka.

Namun, transparansi gaji tidak sesuai dengan semua kebijakan. Perusahaan yang berbeda akan berjalan dengan baik dengan tingkat transparansi gaji yang berbeda pula. Contohnya, jika kebanyakan karyawan di perusahaan Anda adalah generasi milenial, maka transparansi gaji dapat diterima namun budaya ini tidak cocok dengan generasi yang lebih tua karena mereka menganggap sebagai pelanggaran terhadap privasi mereka.

Akan lebih baik jika Anda memulai dengan sedikit- demi sedikit dari pada langsung melakukan transparansi gaji secara terbuka, pertimbangkanlah untuk mengungkapkan hanya cara untuk menghitung gaji atau standardisasi pekerjaan ke tingkat tertentu dan mengungkapkan kisaran gaji untuk setiap tingkatannya.

2. Menghilangkan hambatan komunikasi

Aspek lain yang penting bagi kita semua adalah transparansi dalam komunikasi. Hal ini berlaku untuk semua tingkatan. Transparansi penuh dalam komunikasi lebih rumit karena sangat tergantung dengan siapa Anda berurusan. Contohnya, ketika pemimpin berbagi informasi tentang kunci keputusan terbaru mereka atau kesehatan keuangan perusahaan, karyawan akan merasa lebih terlibat dan dihargai, Hal ini juga dapat meningkatkan produktivitas dan moral kinerja mereka.

Di sisi lain, mengungkapkan terlalu banyak informasi kepada karyawan Anda, khususnya ketika bagaimana tim Anda mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas mereka, akan lebih merugikan Anda.

Pada akhirnya, transparansi harus tetap ada. Ingatlah bahwa sesuatu yang terlalu transparan akan menyebabkan kerugian dan pada saat yang sama terlalu tertutup juga bisa menyebabkan kerugian pula. Jika perusahaan Anda belum siap untuk budaya transparansi yang seutuhnya, maka mulailah dengan menemukan keseimbangan yang tepat.

Membangun dasar kepercayaan yang kuat di tempat kerja, dengan komunikasi yang lebih terbuka untuk mempermudah proses berbagi informasi dan saling mengingatkan. Sesuaikan budaya kerja yang transparan yang sesuai dengan pekerjaan Anda. Ketika perusahaan Anda siap untuk menerima budaya yang lebih transparan, maka Anda segera akan menuai hasil positif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
karyawan

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top