Prevalensi Balita Stunting di Indonesia Turun 3,13 Persen

Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek menyatakan adanya penurunan tingkat prevalensi stunting dilihat dari hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) pada tahun 2019.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 18 Oktober 2019  |  15:56 WIB
Prevalensi Balita Stunting di Indonesia Turun 3,13 Persen
MMS Ciptakan Lingkungan Sehat Mendukung Hari Kesehatan Nasional - Mia Chitra Dinisari

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek menyatakan adanya penurunan tingkat prevalensi stunting dilihat dari hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) pada tahun 2019.

Menkes merinci hasil dari SSBGI tahun 2019, menunjukan telah terjadi penurunan prevalensi stunting dari 30,8 persen tahun 2018 (Riskesdas 2018) menjadi 27,67 persen tahun 2019 atau turun sekitar 3,13 persen.

Menurutnya, penurunan ini menandakan bahwa lima pilar penanggulangan stunting sudah mulai jalan seperti komitmen pimpinan mulai pusat sampai dengan daerah, kampanye nasional dan strategi perubahan perilaku, konvergensi (lintas sektor, pusat dan daerah), ketahanan pangan dan gizi, serta pemantauan dan evaluasi.

“Khususnya konvergensi multisektoral dan pusat dengan daerah, dan ini ke depan harus terus dipertahankan dan lebih digencarkan agar target penurunan stunting tahun 2024 menjadi 19% tercapai,” katanya di Kantor Kemekes Jakarta pada Jumat (18/10/2019) dikutip dari siaran persnya yang diterima Bisnis.

Tahun 2019 ini, SSGBI dilaksanakan secara terintegrasi dengan Susenas pada Maret 2019, yang melibatkan 320.000 rumah tangga (RT). Setelah dicacah oleh Susenas, bagi RT yang memiliki balita, didatangi lagi untuk melihat status gizi balita. Balita kemudian ditimbang berat badan dan diukur tinggi badannya.

Lebih lanjut, Kepala Badan Litbang Kesehatan, Siswanto menegaskan status gizi, khususnya pengendalian masalah pendek/ kerdil/ tengkes, menjadi sangat penting dalam meningkatkan kualitas SDM, karena kesehatan (status gizi) adalah fondasi dalam membangun SDM berkualitas.

“Untuk itu, pemerintah telah menetapkan program percepatan penurunan stunting menjadi program prioritas nasional, yang dikeroyok oleh 23 kementerian/lembaga,” ungkap Siswanto.

Fungsi Pemantuan dan evaluasi, menurut Siswanto, ditugaskan presiden kepada Kemenkes dan Badan Pusat Statistik (BPS).

“Oleh karena itu Kemenkes bersama BPS setiap tahun akan melakukan Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) untuk melihat progres program penurunan stunting,” tutur Siswanto.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kemenkes

Editor : Akhirul Anwar
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top