Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mantan Perokok Dapat Turunkan Risiko Kanker Paru Lewat Olahraga

Mantan perokok dapat mengurangi risiko atau kemungkinan mengalami kanker paru dengan aktif berolahraga. Hal ini diungkap dalam penelitian terbaru di Stanford University di Palo Alto, California, Amerika Serikat yang dipublikasikan dalam American Journal of Preventive Medicine 2019.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 21 Oktober 2019  |  14:05 WIB
Kanker paru - medicinenet.com
Kanker paru - medicinenet.com

Bisnis.com, JAKARTA—Mantan perokok dapat mengurangi risiko atau kemungkinan mengalami kanker paru dengan aktif berolahraga. Hal ini diungkap dalam penelitian terbaru di Stanford University di Palo Alto, California, Amerika Serikat yang dipublikasikan dalam American Journal of Preventive Medicine 2019.

Peneliti melakukan tes treadmill kepada 2.979 pria peserta penelitian. Sebanyak 1.602 orang di antaranya merupakan mantan perokok dan 1.377 orang merupakan perokok aktif saat ini. Para peneliti mengikuti peserta penelitian selama rata-rata 11,6 tahun. Ternyata, selama periode penelitian ini, 99 peserta didiagnosis menderita kanker paru-paru dan 79 di antaranya meninggal karena kanker.

Tes treadmill dilakukan untuk untuk menilai kebugaran "kardiorespirasi" atau seberapa mudah sistem peredaran darah dan pernapasan dapat memasok oksigen ke otot selama aktivitas fisik.

Peneliti menilai kapasitas olahraga dengan menggunakan pengukuran standar yang dikenal sebagai metabolic equivalents (MET) yang mencerminkan berapa banyak oksigen yang dihirup selama aktivitas fisik.

Di antara mantan perokok, setiap peningkatan 1-MET selama tes treadmill dikaitkan dengan risiko 13% lebih rendah terkena kanker paru-paru. Tingkat kebugaran kardiorespirasi yang sedang hingga tinggi dikaitkan dengan risiko 51% hingga 77% lebih rendah untuk mengalami kanker paru-paru.

Untuk perokok aktif yang didiagnosis dengan kanker paru-paru, setiap peningkatan 1-MET selama tes treadmill dikaitkan dengan risiko 18% lebih rendah meninggal akibat kanker. Tingkat kebugaran kardiorespirasi yang sedang hingga tinggi dikaitkan dengan risiko kematian akibat kanker 84—85% lebih rendah.

"Baik mantan perokok maupun perokok aktif saat ini dapat mengurangi risiko kanker paru-paru dengan mencapai kebugaran kardiorespirasi yang lebih tinggi," kata peneliti Baruch Vainshelboim dari Veterans Affairs Palo Alto Health Care System dan Stanford University di Palo Alto, California.

Dia mengatakan bahwa latihan aerobik dengan intensitas sedang hingga kuat seperti berjalan, jogging, berlari, bersepeda selama 20— 30 menit setiap hari dapat meningkatkan kebugaran kardiorespirasi.

Kebugaran kardiorespirasi dapat mencegah sekitar 11% dari diagnosis kanker paru-paru pada mantan perokok dan sekitar 22% kematian akibat kanker pada perokok aktif penderita paru-paru.

Walaupun penelitian ini tidak dapat membuktikan bagaimana kebugaran aerobik secara langsung mengurangi risiko kanker paru, hasilnya masih merujuk bahwa faktor risiko yang dapat dimodifikasi atau dikendalikan oleh perokok yakni aktiviitas fisik.

Peningkatan kebugaran dinilai dapat membatasi paparan racun rokok di paru-paru. Selain itu aktivitas fisik juga meningkatkan sistem imun untuk menghambat pengembangan sel kanker.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kanker paru-paru
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top