5 Tips Karier untuk si Ambisius

Pekerja yang ambisius selalu mencari tips karier yang hebat yang akan membantu mereka meraih sukses di karier.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 21 Oktober 2019  |  11:53 WIB
5 Tips Karier untuk si Ambisius
Ilustrasi - Lookbook

Bisnis.com, JAKARTA - Pekerja yang ambisius selalu mencari tips karier yang hebat yang akan membantu mereka meraih sukses di karier.

Pekerja ambisius umumnya lebih getol dalam mencapai titik karier yang diinginkannya.

Mereka cenderung menjadi workaholic, memiliki loyalitas sangat tinggi, atau bahkan ada juga yang menjadi negatif dengan melakukan cara-cara tertentu dalam mencapai target dan ambisinya itu.

Agar target Anda sebagai pekerja ambisius tetap tercapai, tanpa merugikan orang lain dan diri Anda sendiri, berikut tipsnya menurut careerbalance.com:

1. Fokus pada kesuksesan profesional sebelum mencari kebahagiaan dalam karier

Kedengarannya aneh mengatakan kepada seseorang bahwa mereka seharusnya tidak mencari kebahagiaan dalam pekerjaan mereka, tetapi itu benar-benar nasihat yang bagus. Mengapa? Karena sering kali, perusahaan tempat Anda bekerja tidak begitu peduli jika Anda senang dengan apa yang Anda lakukan. Perusahaan Anda hanya tertarik pada hasil, yang merupakan satu-satunya hal yang harus Anda perhatikan.

Jika Anda memikirkannya, ini adalah nasihat yang sebenarnya mengarah pada kebahagiaan dalam kehidupan pribadi Anda. Ketika Anda fokus pada hasil dalam karier Anda, maka Anda akan menghasilkan lebih banyak uang. Ketika Anda menghasilkan lebih banyak uang, Anda dapat lebih menikmati kehidupan pribadi Anda. Jadi, alih-alih berusaha menemukan kebahagiaan dalam karier Anda saat ini juga, bidik untuk mendapatkan produktivitas dan hasil kerja yang lebih baik.

2. Berhenti setia kepada perusahaan Anda.

Dalam banyak kasus, hampir tidak adil bagaimana perusahaan memandang karyawan mereka. Seorang karyawan yang hanya cukup untuk mempertahankan pekerjaannya dan mempertahankan tingkat produktivitas yang dapat diterima sebenarnya dipandang sebagai sekali pakai. Perusahaan Anda hanya loyal kepada Anda selama Anda menawarkan nilai kepada perusahaan.

Siapa yang harus Anda setia dalam pengejaran karir Anda? Anda harus loyal kepada diri sendiri. Apakah demi kepentingan Anda untuk pindah ke perusahaan baru dan mencari tantangan baru? Jika Anda merasa sudah saatnya untuk pindah, maka lakukanlah. Tentu saja, Anda harus menghormati bos Anda dan berterima kasih karena memiliki pekerjaan. Itu harus diberikan. Tetapi Anda tidak perlu keluar dari cara Anda untuk menunjukkan loyalitas kepada perusahaan yang bisa menggantikan Anda besok.

3. Perlakukan pencarian pekerjaan seperti sebuah karier

Jika Anda mencari pekerjaan, maka bertingkahlah seolah-olah itu adalah pekerjaan Anda. Buat jadwal, buat daftar tugas dan laksanakan, dan lakukan semua yang akan Anda lakukan jika Anda memiliki pekerjaan. Saat Anda memasuki sebuah wawancara dengan cahaya dari seseorang yang memiliki tugas untuk diselesaikan, Anda akan mengubah sikap pewawancara Anda.

Anda tidak bisa memalsukan kepercayaan diri. Jika Anda meletakkan resume dan menjadwalkan wawancara, maka kepercayaan diri seperti itu muncul ketika Anda duduk dan berbicara dengan manajer perekrutan. Jika Anda mencari pekerjaan tetapi saat ini sedang bekerja, maka jangan bertingkah seperti Anda sedang menyelinap. Berdiri tegak dan berikan jabat tangan yang kuat ketika Anda berjalan melewati pintu manajer perekrutan untuk membicarakan langkah karier Anda selanjutnya.

4. Pelajari cara membaca orang

Bisakah Anda memercayai rekan kerja Anda dengan rahasia karier Anda yang paling berharga? Bisakah Anda mempercayai siapa pun dengan rahasia karier Anda? Bisakah Anda mengandalkan manajer Anda untuk mendapatkan sumber daya yang Anda butuhkan untuk berhasil?

Jika Anda ingin sukses dalam karier Anda, maka Anda perlu belajar cara membaca orang dan menentukan siapa yang bisa Anda andalkan dan siapa yang tidak bisa Anda percayai. Jangan hanya pergi dengan firasat ketika harus membaca orang. Dasarkan keputusan Anda pada tindakan sama seperti kata-kata.

5. Jangan takut dipecat

Anda akan berkompromi dengan diri Anda dan tujuan karier Anda jika Anda hanya berusaha untuk tidak dipecat. Saat Anda menyatukan karier Anda, Anda pasti akan mengacak-acak beberapa bulu. Anda harus belajar cara mengarungi politik kantor untuk menyelesaikan sesuatu, tetapi Anda tidak boleh melakukan sesuatu hanya karena Anda takut dipecat. Selalu ada pengecualian untuk aturan ini, tetapi Anda mempelajari pengecualian itu ketika Anda mengembangkan keterampilan Anda untuk membaca orang. Jadilah cerdas setiap kali Anda membuat keputusan, tetapi tetap berpegang teguh pada saat Anda tahu Anda benar.

Saat karier Anda terus berjalan, Anda akan memiliki banyak peluang untuk mengambil saran yang dapat Anda gunakan. Tetapi Anda hanya memiliki satu kesempatan untuk mengesankan mempekerjakan manajer dengan resume Anda.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Tips Karir

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top