Belanja Online 11.11, Perayaan Para Bujang yang Menghasilkan Triliunan Rupiah

Belanja online 11.11 menjadi yang dinanti-nantikan konsumen. Diskon besar nan menggiurkan menjadi faktor utamanya. Nah, berikut ini kisah Singles Day 11.11 yang merambah dari China hingga ke Asean.
Surya Rianto
Surya Rianto - Bisnis.com 07 November 2019  |  16:57 WIB
Belanja Online 11.11, Perayaan Para Bujang yang Menghasilkan Triliunan Rupiah
Pendiri Alibaba Jack Ma yang menghadiri festival belanja online 11.11 di Shanghai pada 11 November 2018. - Aly Song (Reuters)

Bisnis.com, JAKARTA - Belanja online 11.11 menjadi momentum yang dinantikan masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Para konsumen yang rajin belanja online sangat menantikan momentum banjir diskon dan promo pada periode tersebut.

Di Indonesia, 11.11 muncul sebagai waktunya melakukan promosi dan diskon besar-besaran. Beberapa platform Indonesia malah memberikan nama Harbolnas [Hari belanja Nasional] pada momentum yang di China lebih dikenal dengan nama Singles' Day.

Memang, festival belanja online 11.11 muncul pertama kali di China pada 2009. Kala itu, Alibaba memanfaatkan momen itu sebagai ajang promosi.

Hasilnya, e-Commerce besutan Jack Ma itu mampu memutarkan uang ratusan triliun rupiah dalam sehari. Kini, 11.11 tidak hanya menjadi ajang promosi di China, tetapi juga beberapa negara Asean seperti, Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, dan Vietnam.

Sebenarnya, Singles' Day dengan belanja online tidak memiliki hubungan apapun. Awalnya, perayaan Single's Day alias hari untuk para bujangan ini dirayakan di China pada 11 November 1993.

Saat Singles' Day, para bujangan di China tidak ingin meratapi kesendiriannya, tetapi justru ingin merayakannya. Bahkan, ada yang membeli beberapa tiket bioskop agar yang berpasangan tidak bisa duduk bersama. Hari itu dirayakan untuk melawan Valentine. Selain itu, hari bujangan ini muncul karena ketidakseimbangan gender di China.

Kebijakan satu anak yang sempat diterapkan di China membuat Negeri Panda mengalami surplus penduduk laki-laki. Pada 2011, jumlah pria lebih banyak 20 juta ketimbang perempuan di bawah usia 30 tahun.

Kisah Alibaba Menarik Para Bujang untuk Belanja

Alibaba mengambil kesempatan promosi dari hari bujangan itu pada 2009. Suksesnya Alibaba membuat pesaing lokalnya pun melakukan aktivitas yang serupa hingga saat ini viral ke negeri lain.

Singles day Alibaba

Pegawai logistik di Jiangsu, China sibuk memilih paket pada perayaan singles' day 2019. / Shao Shixin (Reuters) 

Wei Chun Chew, penulis di platform Medium, menampilkan tulisannya yang dipublikasikan pada situs Red Pulse menceritakan kisah Single's Day di China. Pada periode pertama Singles' Day yang bercampur dengan promosi belanja online, Alibaba melakukannya di Tmall, jaringan mall milik Grup Alibaba. Kala itu, ada 27 merek yang berpartisipasi dalam pesta diskon tersebut.

Hasil sukses pada tahun pertama membuat Alibaba Grup memperluas cakupan perayaan Single's day ditahun kedua. Bahkan, Singles' day kedua kalinya menarik ribuan merek untuk memberikan diskon hingga 80%. Ternyata, demam Singles' Day menarik perhatian platform belanja online lainnya seperti, JD.com dan Lazada.

Alibaba pun tak mau kalah, mereka membuat promosi yang berbeda untuk 11.11, yakni double eleven. Tujuannya, agar ada perbedaan dengan promo yang diberikan oleh pesaing lokalnya saat Singles' Day.

Bahkan, Alibaba pun bertaruh besar di Singles' Day dengan mendatangkan artis papan atas seperti, Zhang Ziyi , Fan Bingbing hingga Pharrel Williams dan Jessie J. Konter.

Singles' Day Alibaba 2018 di Tengah Perang Dagang

Di tengah gemerlapnya Singles' Day yang bisa melampaui nilai transaksi akumulasi Black Friday dan Cyber Monday, Alibaba mencatatkan pertumbuhan tahunan penjualan festival diskon yang paling lambat sejak 2009 pada tahun lalu.

Alibaba

Chief Executive Officer Grup Alibaba Daniel Zhang memberikan pidato dalam rangkaian festival belanja online 11.11 Singles' Day di Shanghai. / Aly Song (Reuters).

Kala itu, Alibaba mencatatkan penjualan senilai 213,5 miliar yuan atau setara US$30,7 miliar. Penjualan itu sebenarnya mencatatkan rekor tertinggi, tetapi melambat ke level terendah dari segi persentase pertumbuhan.

Penjualan Singles' Day pada 2018 tumbuh sebesar 27% dibandingkan dengan 39% pada tahun sebelumnya. Hal itu diindikasi akibat panasnya hubungan China dengan AS yang menganggu pertumbuhan ekonomi Negeri Panda.

Pertumbuhan penjualan online memang melambat di seluruh kota di China, termasuk Shanghai dan Beijing. Bahkan, pengguna baru Alibaba bisa dibilang tumbuh dengan seret alias tidak terlalu agresif.

Perang dagang AS-China sudah diprediksi memengaruhi penjualan belanja online sebelum Singles' Day tahun lalu. Alibaba pun memangkas prospek penjualan 2018 sebesar 4-6%.

Untuk itu, perusahaan besutan Jack Ma itu akan menurunkan biaya komisi pedagang dari platform untuk jangka pendek. Tujuannya, agar para pedagang mau bertahan dan bisa menarik pembeli baru.

Wakil Ketua Alibaba Joe Tsai mengatakan penjualan terbesar pada 2018 adalah peralatan kecil dan kosmetik. Penjualan barang besar cenderung melambat bersamaan dengan turunnya pasar perumahan.

"Kalau orang tidak membeli rumah baru, maka mereka tidak akan membeli peralatan besar juga," ujarnya dikutip dari Reuters setelah Singles' Day pada 2018.

Jelang Singles' Day 2019, sepanjang November harga saham Alibaba sudah naik 2,71% menjadi US$184,16 per saham dengan kapitalisasi pasar US$479,47 miliar dan price to earning ratio 22,22 kali.

Euforia Singles' Day di Indonesia

Di Indonesia gaung 11.11 pun tak kalah heboh, meskipun tidak bertajuk Singles' Day. Hal itu tampak dari penelusuran kata kunci 11.11 oleh masyarakat Indonesia yang meningkat tajam pada tahun lalu.

Harbolnas 11.11

Jodie O'tania (kiri) bersama Chief Marketing Officer Lazada Monika Rudijono, mengamati kendaraan BMW, di Jakarta, Kamis (7/11/2019)  memperkenalkan platform belanja online melalui pembukaan BMW Flagship Store di LazMall yang bersamaan dengan Festival Belanja Lazada 11.11. Kerjasama ini memungkinkan pelanggan untuk membayar biaya pemesanan sebesar Rp11,11 juta untuk 1 dari 11 unit All-new BMW 320i Sport terbaru yang juga dilengkapi dengan BMW Advanced Car Eye 2.0 senilai Rp9,9 juta,- sebagai hadiah langsung. / Endang Muchtar

Dari data CupoNation, penelusuran kata kunci 11.11 pada 2018 melejit 456%. Pertumbuhan itu jauh lebih tinggi ketimbang 2017 yang sebesar 29%.

Lalu, 6 daerah dengan pemburu diskon terbanyak sepanjang tahun lalu bisa dibilang cukup tersebar. Posisi pertama dipegang oleh Banten dan diikuti oleh Jawa barat, Kalimantan barat, Yogyakarta, dan Jakarta.

Menariknya, Jakarta sebagai ibu kota hanya berada di posisi keenam dengan jumlah pemburu diskon terbanyak. Namun, hal itu bisa dimaklumi karena mayoritas pekerja di Jakarta adalah warga di Bodetabek yang tinggal di provinsi Banten dan Jawa Barat.

Jika 2018 kawasan Jawa mendominasi, berbeda dengan periode 2017. 11.11 pada 2017 justru didominasi oleh masyarakat di luar Jawa.

Tercatat, 6 provinsi dengan pemburu diskon terbanyak, yakni Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara, Jambi, dan Kalimantan Tengah.

Shopee Jawara 11.11 Pada 2018

Dari banyak platform e-Commerce yang beroperasi di Indonesia, ternyata Shopee yang dimiliki oleh SEA Grup yang paling sering dikunjungi ketika ada periode promo 11.11.

Tahun lalu, Shopee mampu merebut tahta yang dipegang Lazada pada 2017 sebagai e-Commerce tersering dikunjungi saat 11.11. Pada tahun lalu, posisi Lazada turun satu peringkat.

Shopee

Direktur Shopee Indonesia Handhika Jahja (kiri) bersama eks Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita ,mengamati produk pakaian jadi sebelum membuka kampanye Shopee 11.11 Big Sale ,di Jakarta, Senin ( 14/10/2019). Perusahaan belanja online itu memperkenalkan program kampanye Shopee 11.11 Big Sale yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Oktober-11November 2019 untuk mendorong potensi E-Commerce di Indonesia. / Endang Muchtar

Shopee pun mampu mengungguli dua unikorn e-Commerce Indonesia, yakni TOkopedia dan Bukalapak yang berada di posisi ketiga dan keempat. Posisi kelima dipegang oleh e-Commerce milik Grup Djarum, yakni Blibli.

Sebelumnya, pada 2017 Lazada menjadi e-Commerce yang mendominasi pencarian di Google saat promo 11.11. Posisi kedua saat itu adalah Tokopedia, sedangkan Shopee bertengger di posisi ke-3. Sisanya, diisi oleh Bukalapak dan Blibli.

Meskipun begitu, 5 e-Commerce yang paling banyak dikunjungi di Indonesia tetap dipimpin oleh dua unikorn Indonesia, yakni Tokopedia dan Bukalapak. Shopee berada di posisi ketiga disusul Lazada dan Blibli.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
alibaba, harbolnas

Editor : Surya Rianto
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top