Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Waspasda, 70% Penderita Diabetes Tidak Terdeteksi Gejalanya

Ketua Umum PB Persatuan Diabetes Indonesia(Persadia) Agung Pranoto mengatakan sebagian besar penderita diabetes tidak merasakan gejala diabetes. Menurutnya, dari keseluruhan penderita, hanya 30% yang bisa terdeteksi diagnosanya.
Dewi Aminatuz Zuhriyah
Dewi Aminatuz Zuhriyah - Bisnis.com 11 November 2019  |  17:58 WIB
Ilustrasi pengecekan kadar gula darah terhadap penderita diabetes melitus - Reuters
Ilustrasi pengecekan kadar gula darah terhadap penderita diabetes melitus - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Umum PB Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Agung Pranoto mengatakan sebagian besar penderita diabetes tidak merasakan gejala diabetes. Menurutnya, dari keseluruhan penderita, hanya 30% yang bisa terdeteksi diagnosanya.

“Sebanyak 1 dari 3 orang atau 30% yang baru didiagnosis diabetes, 70% sisanya belum ketahuan karena tidak ada gejala,” kata Agung dalam konferensi pers di IMERI UI pada Senin (11/11/2019).

Menurutnya, hingga saat ini banyak masyarakat yang tidak menyadari tengah menderita penyakit diabetes lantaran gejala yang dirasakan cukup bervariasi, mulai dari asimptomatik [tidak bergejala] hingga simptomatik. Sering kali pada penderita baru mengetahui penyakitnya setelah komplikasi.

“30% yang terdeteksi itu belum tentu ada gejala, tergantung ada komplikasi tidak. Komplikasi tergantung di organ apa, mungkin jantung, saraf, kulit, mata.”

Gejala yang paling klasik yaitu buang air kecil terus menerus, merasa haus dan lapar tanpa henti, namun berat badan tidak bertambah atau malah turun. Hal ini membuat masyarakat perlu melakukan skrining tepat termasuk pada anak-anak.

“Jika ada riwayat hipertensi, kolesterol atau pada anak ada keluarga yang sakit diabetes, pada usia 10 tahun harus skrining. Bisa juga pada bayi yang lahir 4 kilogram, anaknya tumbuh gendut, meski enggak ada gejala perlu skrining dengan deteksi gula darah.”

Mengacu pada Data Federasi Diabetes Internasional,  Indonesia merupakan negara keenam di dunia dengan jumlah penyandang diabetes sekitar 10,3 juta orang dan akan bertambah 16,7 juta orang pada 2045.

Kenaikan jumlah penderita diabetes itu sejalan dengan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) memperlihatkan peningkatan angka prevalensi Diabetes yang cukup signifikan, yaitu dari 6,9% pada  2013 menjadi 8,5% pada 2018.

Sebagai informasi, salah satu penyebab bertambahnya penderita diabetes dikarenakan minimnya kesadaran masyarakat akan penyakit tersebut dan upaya pencegahan serta penanggulangannya. Maka dari itu, dibutuhkan edukasi yang tepat untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

diabetes
Editor : Wike Dita Herlinda
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top