Mus Mujiono Terpukul atas Kepergian Djaduk Ferianto

Musisi Mus Mujiono merasa terpukul dan terkejut atas kepergian seniman Djaduk Ferianto yang meninggal dunia akibat serangan Jantung.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 14 November 2019  |  09:30 WIB
Mus Mujiono Terpukul atas Kepergian Djaduk Ferianto
Seniman Djaduk Ferianto. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA— Musisi Mus Mujiono merasa terpukul dan terkejut atas kepergian seniman Djaduk Ferianto yang meninggal dunia akibat serangan Jantung.

Mus mengatakan bahwa sosok Djaduk merupakan seorang seniman yang tulen dan dapat menaungi beberapa musisi jazz di tanah air sehingga menjadi satu, menjaga eksistensi musik jazz, dia termasuk salah satu pejuangnya.

“Jadi dia bisa menyatukan, mengkoordinir beberapa event jazz bayangkan Indonesia punya 90 sekian event jazz tercatat terbesar di dunia,” ungkapnya saat ditemui Bisnis di Balai Sarbini, Jakarta, Rabu, (13/11/2019).

Mus mengakui sangat terpukul dan kaget. Padahal satu Minggu sebelumnya terdapat agenda Bangka jazz festival, dima ia bertemu dengan Djanduk.

“Cerita ngalor ngidul. Nanti ada ngayojazz dia juga yang koordinasi dan itu sangat terpukul juga, jadi beberapa hari mau diselenggarakan beliaunya sudah nggak ada,” ungkapnya.

Banyak musisi terutama mengisi ngayojazz ini yang terpukul sehingga Mus mengatakan bahwa akan berbuat sesuatu di atas panggung.

“Mungkin Idang atau mas Butet yang mengkoordinir event itu nanti akan bikin sesuatu untuk mas Djaduk.

Bagi musisi jazz legenda Indonesia tersebut, sosok Djanduk adalah seseorang seniman yang multitalenta.

“Selain musik dia ahli di gamelan, segala macam. Logis bahwa dia adalah anak dari Bagong. Dimana pak Bagong adalah seorang seniman yang luar biasa. Dia nggak pernah istirahat, hari-harinya itu nggak kebayang. Jadi mungkin dia kecapekan,” lanjutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
seniman

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top