Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Analis Perkirakan Target Jumlah Pengguna Disney+ Tercapai Lebih Cepat

Peluncuran platform Disney+ yang sempat diwarnai dengan beberapa masalah tidak menurunkan minat pengguna untuk berlangganan layanan tersebut. Bahkan analis memperkirakan layanan ini bisa mencapai target jumlah pengguna dalam waktu yang lebih singkat.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 21 November 2019  |  19:06 WIB
Seorang pria melihat layar handphone saat melintas di depan layar iklan Disney, layanan streaming Walt Disney di New York City Amerika Serikat, Selasa (12/11/2019) - Reuters/Brendan McDermid
Seorang pria melihat layar handphone saat melintas di depan layar iklan Disney, layanan streaming Walt Disney di New York City Amerika Serikat, Selasa (12/11/2019) - Reuters/Brendan McDermid

Bisnis.com, JAKARTA – Peluncuran platform Disney+ yang sempat diwarnai dengan beberapa masalah tidak menurunkan minat pengguna untuk berlangganan layanan tersebut. Bahkan analis memperkirakan layanan ini bisa mencapai target jumlah pengguna dalam waktu yang lebih singkat.

Dilansir dari Variety, Kamis (21/11/2019) analis dari Wedbush Securities, Daniel Ives mengatakan bahwa Disney+ awalnya diperkirakan bisa mencapai 8 juta pelanggan pada akhir tahun ini. Akan tetapi, jumlah tersebut telah tercapai bahkan hanya dalam 1 hari peluncurannya yang mencatatkan jumlah pelanggan sebanyak 10 juta.

Dia melanjutkan dengan hasil tersebut, layanan anyar dari perusahaan hiburan raksasa Disney itu bakal memiliki jumlah pengguna sekitar 60 juta hingga 90 juta di pasar global dalam 2 tahun mendatang. jumlah yang sangat besar.

Sebagai perbandingan, layanan streaming video Netflix yang telah berada di industri ini sejak 12 tahun terakhir saat ini memiliki 158 juta total pengguna di seluruh dunia, 60 juta di antaranya berada di pasar Amerika Serikat.

Menurut perkiraan Ives, Disney+ diyakini mampu menembus angka 100 juta pelanggan bahkan hanya dalam waktu 3 tahun saja. Perkiraan ini lebih cepat daripada yang ditargetkan oleh perusahaan bahwa mereka bisa mendapatkan 100 juta pengguna dalam waktu 5 tahun.

Pendapat Ives ini didorong oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah harga layanan yang sangat terjangkau, yakni US$6,99 lebih murah dua kali lipat dari Netflix dengan harga US$15,99.

Selain itu, di pasar internasional Disney juga melakukan beberapa kesepakatan pasar dengan perusahaan hiburan lain sebagai bentuk kolaborasi. Alhasil, penetrasi layanan ini diyakini akan melaju pesat

Di samping itu semua, konten yang ditawarkan oleh Disney+ menjadi kekuatan tersendiri karena telah memiliki ribuan katalog film dan serial, termasuk dari beberapa waralaba populer seperti Marvel, Pixar, National Geographic, hingga 20th Century Fox.

Sejauh ini, Disney+ telah diluncurkan di beberapa negara. Pada 12 November (perilisan perdananya) negara awal yang kebagian layanan ini adalah Amerika Serikat, Kanada, dan Belanda. Pada 19 November ada Australia, Selandia Baru, dan Puerto Rico.

Mendatang, pada 31 Maret 2020 Disney akan merilis layanan ini di beberapa pasar utama Eropa seperti Inggris, Perancis, Spanyol, Italia, Jerman, dan lain-lain. Selanjutnya, perusahaan berkomitmen menyelesaikan distribusi menyeluruh dalam 2 tahun mendatang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

disney
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top