Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pertama Kalinya, FFD Hadirkan Pemutaran Dokumenter Animasi

Biasanya film dokumenter identik dengan menangkap pesan yang ditampilkan berdasarkan audiovisual kenyataan di lapangan.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 23 November 2019  |  21:12 WIB
The Lipsett Diaries (2010) - Repro/Youtube
The Lipsett Diaries (2010) - Repro/Youtube

Bisnis.com, JAKARTA — Untuk pertama kalinya  Festival Film Dokumenter (FFD) 2019 menghadirkan film dokumenter animasi.

Biasanya film dokumenter identik dengan menangkap pesan yang ditampilkan berdasarkan audiovisual kenyataan di lapangan.

Namun, dalam siaran pers yang dirilis panitia penyelenggara FFS 2019, Sabtu (23/11/2019) mengungkapkan bahwa FFD tahun ini menghadirkan tiga film dokumenter panjang dan empat film dokumenter pendek yang seluruhnya bersentuhan dengan bentuk animasi.

Film The Lipsett Diaries (2010) mengajak untuk menyelami masa kecil Theodore Ushev selaku pembuat film ketika melalui masa-masa kelam dalam hidupnya. Still Born (2014) karya Åsa Sandzén menceritakan duka seorang perempuan yang kehilangan bayinya yang sudah diramalkan tidak akan selamat sejak dalam kandungan.

Kemudian, Karya Diana Cam Van Nguyen berjudul Apart (2018) yang menampilkan animasi live actionyang mengajak untuk menyelam ke dalam pikiran tiga anak muda yang menunggu kematian.

The Neighbours (2019) karya Martin Búil juga hadir dengan bentuk komik bergeraknya menceritakan tentang ingatan masa lalu akan orangtuanya yang dieksekusi Revolutionary Guard saat Perang Dunia II.

The State Against Mandela and the Others (2018) memadukan wawancara dengan saksi hidup, arsip suara persidangan, dan animasi untuk menyampaikan situasi di bawah rezim apartheid Afrika Selatan.

Selanjutnya, ada Felvidek Caught in Between (2014) karya Vladislava Planíková yang menggunakan stop motionuntuk menceritakan Felvidek, kampung halaman si pembuat film yang terjebak antara perpindahan wilayah Slovakia-Hungaria.

Terakhir film berjudul Le Film de Bazin (2017) yang dibuat Pierre Hébert, sineas asal Kanada. Hébert mencoba merealisasikan film yang telah dipersiapkan oleh André Bazin, seorang sutradara tersohor asal Prancis, sebelum akhirnya ia wafat.

Rangkaian pemutaran film dokumenter animasi ini adalah bagian dari program Spektrum dengan tema “Membahas Realitas yang Tak Terbayangkan”.

Film-film di dalamnya bisa dinikmati oleh semua golongan umur. Agenda pemutaran dari program ini akan diselenggarakan pada 2-7 Desember 2019 di Taman Budaya Yogyakarta dan IFI-LIP Yogyakarta.

Seluruh acara FFD 2019 sendiri akan diselenggarakan pada 1 - 7 Desember 2019 di Taman Budaya Yogyakarta, IFI-LIP Yogyakarta, dan Kedai Kebun Forum.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Film
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top