19 Perempuan Lampung Gelar Pameran Seni Rupa

Hari Ibu di Lampung dirayakan dengan pameran seni rupa. Sebanyak 19 perempuan perupa Lampung bersama menampilkan karya rupa di Pondok Seni Lampung di Bandar Lampung.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 02 Desember 2019  |  21:33 WIB
19 Perempuan Lampung Gelar Pameran Seni Rupa
Sebagian karya yang ditampilkan di Pameran Perupa Perempuan Lampung. - Istimewa

Bisnis.com, BANDAR LAMPUNG – Hari Ibu di Lampung dirayakan dengan pameran seni rupa. Sebanyak 19 perempuan perupa Lampung bersama menampilkan karya rupa di Pondok Seni Lampung di Bandar Lampung.

Pameran berlangsung dari 30 November hingga 8 Desember 2019 ini menampilkan karya Bunga Ilalang, Bernas Widarti, Cecelia Valenda, Dika Arsdes, Dewi Novitasari, ErKa, Lila Ayu Arini, Lia Susnita, Mega (Bayit), Maria Novitawati, Nanda Ghufira, Puja Nurtri, Revina Mutia, Rahayu Budiati, Richele, Sisna Ningsih, Sri Rumini, Yuni Hartono, dan Yeyen Oktaviani.

Pameran dibuka pada Sabtu (30/11/2019), dimeriahkan dengan perfomance gitar tunggal oleh Adinda Nisa dan Tari Kreasi Lampung.

Ketua Pelaksana Pameran Perupa Perempuan Lampung Lila Ayu Arini mengatakan perempuan memang identik dengan problematika gender. Sementara ini tugas perempuan dianggap hanya di dapur mengurus rumah tangga dan tugas domestik lainnya. “Ketika membicarakan perempuan, konsep sesungguhnya adalah perempuan sebagai mahluk kodrati," ujar Lila.

Dunia seni rupa, lanjutnya, didominasi pria. Belum banyak perupa perempuan yang tercatat dalam blantika seni rupa daerah ataupun nasional.

“Beberapa kalangan beranggapan bahwa mitos perempuan sebagai subjek seni memang kalah besar dibandingkan dengan perempuan sebagai objek seni. Maka itu, bukan hal yang mengherankan eksistensi perempuan sebagai perupa hingga kini bak fatamorgana," papar Lila.

David dalam kuratorialnya mengatakan bahwa di dalam kata “perempuan”, mengandung kata Empu, yang bermakna ’orang yang sangat ahli’.

Untuk itu, ujarnya, pameran perupa perempuan ini diharapkan sang Empu, dengan waktu yang sangat terbatas dapat menuangkan ide, gagasan dalam media apapun, mulai dari garis dan warna hingga terbentuk estetika dengan kerangka konsep yang ditemui dalam kesibukan sehari-hari dengan pengalaman setiap pribadi.

“Seorang empu harus melakukan proses perjalanan yang sangat panjang, menyerap situasi kondisi lingkungan disekitarnya, memanifestasi dengan rasa percaya diri. Dalam ruang tersendiri menyatukan pikiran dengan garis dan warna sehingga membentuk simbol-simbol penciptaan karya seni rupa," papar David melalui siaran pers.

Sementara itu, Icon Art sebagai koordinator pameran menjelaskan ada lebih dari 25 karya yang ditampilkan dalam perhelatan ini. Karya seni itu berupa lukisan dan instalasi.

Icon, yang juga sebagai pengelola Pondok Seni, menambahkan pondok ini merupakan rumah kreatif yang dihibahkan oleh Mashur Sampurna Jaya untuk kegiatan kesenian. Harapannya, tempat ini menjadi salah satu kantong seni yang di Bandar Lampung.

“Pondok Seni ini menyediakan ruang berkesenian untuk para seniman berekspresi dari berbagai lintas seni untuk meramaikan dunia seni di Lampung," ujar Icon.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
lukisan, lampung

Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top