Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Terlalu Banyak Makan Gorengan dan Daging Olahan Merusak Retina

Orang-orang yang terlalu banyak mengonsumsi daging merah, daging olahan, makanan yang digoreng dan susu tinggi-lemak berisiko tiga kali lipat mengalami kondisi mata yang merusak retina dan mempengaruhi penglihatan, menurut hasil penelitian. dari University at Buffalo.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 12 Desember 2019  |  14:22 WIB
Sosis, makanan dari daging olahan. - Istimewa
Sosis, makanan dari daging olahan. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Orang-orang yang terlalu banyak mengonsumsi daging merah, daging olahan, makanan yang digoreng dan susu tinggi-lemak berisiko tiga kali lipat mengalami kondisi mata yang merusak retina dan mempengaruhi penglihatan, menurut hasil penelitian. dari University at Buffalo.

Kondisi tersebut, seperti dilansir Science Daily disebut degenerasi makula terkait usia lanjut (AMD). AMD tidak dapat dipulihkan dan mempengaruhi penglihatan sentral seseorang.

Untuk sampai pada kesimpulan ini, para peneliti mempelajari kejadian AMD selama sekitar 18 tahun pada peserta studi yang tergabung dalam Komunitas Berisiko Atherosclerosis (ARIC).

Shruti Dighe, dari departemen Epidemiologi UB's School of Public Health and Health Professions dan koleganya menggunakan 66 makanan berbeda yang dikonsumsi partisipan antara 1987 dan 1995.

Mereka mengidentifikasi dua pola diet dalam kelompok ini sebagai diet Barat dan apa yang biasa disebut oleh para peneliti sebagai diet sehat.

Diet Barat diidentikan dengan konsumsi daging merah dan olahan, makanan yang digoreng dan produk susu tinggi lemak.

"Orang yang tidak memiliki AMD atau AMD awal pada awal penelitian melaporkan sering mengonsumsi makanan yang tidak sehat, lebih mungkin mengembangkan penyakit tahap akhir yang mengancam penglihatan, sekitar 18 tahun kemudian," kata Amy Millen, salah satu peneliti studi.

AMD tahap awal tidak menunjukkan gejala sehingga membuat penderita seringkali tidak menyadarinya. Untuk mendeteksinya, dokter harus meninjau foto retina orang tersebut, mencari perubahan pigmen atau endapan kuning yang terbuat dari lipid.

"Ketika tahapnya lanjut, mereka akan mulai melihat gejala visual. Penglihatan mereka akan mulai berkurang," kata Dighe.

Tetapi tidak semua orang yang memiliki AMD awal berkembang ke tahap akhir.

Sampai saat ini, penelitian telah memfokuskan pada nutrisi spesifik - seperti antioksidan dosis tinggi - yang tampaknya memiliki efek perlindungan terhadap AMD.

Tapi, Dighe menjelaskan, orang mengkonsumsi berbagai makanan dan nutrisi, bukan hanya satu atau dua, dan itulah sebabnya melihat pola diet membantu.

"Jika Anda memiliki AMD dini, ada baiknya Anda membatasi konsumsi daging olahan, makanan yang digoreng, biji-bijian olahan dan susu tinggi-lemak untuk menjaga penglihatan Anda dari waktu ke waktu," saran Millen.


 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

daging susu Gangguan Penglihatan

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top