Festival Film Terbesar di China Ditutup

Salah satu festival film independen terpanjang dan terbesar di China menunda operasi tanpa batas waktu yang ditentukan karena menganggap festival itu tidak bisa berjalan dengan semangat murni independen.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 11 Januari 2020  |  17:32 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Salah satu festival film independen terpanjang dan terbesar di China menunda operasi tanpa batas waktu yang ditentukan karena menganggap festival itu tidak bisa berjalan dengan semangat murni independen.

Festival Film Independen China (CIFF) yang didirikan di kota timur Nanjing pada 2003 itu, sejauh ini telah mengadakan 14 pergelaran.

Dilansir dari Reuters, Sabtu (11/1/2020), CIFF tidak memberikan keterangan secara rinci alasan dibalik keputusan tersebut. Namun, keputusan itu muncul seiring meningkatnya penyensoran media di China. Langkah keras regulator itu dilakukan terhadap konten yang diyakini melanggar nilai-nilai inti sosialis.

CIFF melalui akun resmi WeChat menyatakan bahwa pihaknya percaya bahwa kondisi organisasi di China saat ini tidak memungkinkan untuk menyelenggarakan festival dengan semangat murni independen dan efektif.

"Tentu saja, untuk festival film akar rumput yang berada di bawah topeng keamanan masih berusaha mendorong kemerdekaan, kami menyatakan rasa hormat kami," tulis keterangan tersebut.

Mengutip surat kabar South China Morning Post (SCMP), CIFF telah menunjukkan sekitar 1.000 film dan dokumenter sejak didirikan. Beberapa di antaranya mengangkat topik yang dianggap sensitif di China, seperti homoseksualitas dan relokasi penduduk di bawah proyek bendungan Three Gorges.

Zhang Xianmin, profesor dari Akademi Film Beijing yang telah menjadi penyelenggara inti CIFF, mengatakan kepada SCMP bahwa penutupan itu dinilai "normal".

"Kami baru saja kembali ke aturan biasa di bawah Partai. Kami baru kembali ke 20 tahun yang lalu, ketika tidak ada ruang dan kesempatan untuk film independen," ujarnya.

"Jika kita mempromosikan komersialisasi CIFF, itu mungkin membuatnya lebih aman dan kita bisa memiliki kesempatan untuk bertahan hidup," lanjutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Film, china

Sumber : Reuters

Editor : Akhirul Anwar
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top