Jangan Berbohong Ketika Membuat CV, Ini Resikonya

Curriculum vitae (CV) merupakan garis depan perjuangan untuk menjadi bagian dari perusahaan impian. Namun, terkadang lowongan pekerjaan yang dibuka tidak sesuai dengan latar belakang dan kemampuan.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 21 Januari 2020  |  04:58 WIB
Jangan Berbohong Ketika Membuat CV, Ini Resikonya
Curriculum Vitae (CV) - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Curriculum vitae (CV) merupakan garis depan perjuangan untuk menjadi bagian dari perusahaan impian. Namun, terkadang lowongan pekerjaan yang dibuka tidak sesuai dengan latar belakang dan kemampuan.

Sebagian orang mungkin akan menunggu kesempatan lain, namun tidak jarang pula ada orang yang nekat berbohong melalui CV demi mendapatkan pekerjaan di perusahaan yang menjadi incaran mereka.

Dilansir melalui jobstreet, perlu ditekankan bahwa terdapat konsekuensi apabila seseorang membuat berbohong ketika menuliskan rekam jejak yang sebenarnya mengharuskan pelamar untuk jujur mencantumkan segala pengalaman selama hidupnya.

Semenarik apapun tawaran kerja yang ada di depan mata, Anda tetap tidak boleh bohong dalam CV. Ini alasannya :

1.      Mempermalukan Diri Sendiri

Saat tes kemampuan dan ternyata tidak sesuai dengan yang dicantumkan di CV hanya akan membuat seseorang malu. Bagaimana Anda mempertanggungjawabkan hal ini jika ternyata Anda lolos dan diterima bekerja sementara Anda tidak memiliki skill yang diharapkan perusahaan. Kebohongan dalam CV yang semula Anda anggap sepele dapat meluas dan berpengaruh besar pada perjalanan karir atau pekerjaan Anda.

2.      Ditandai oleh Perusahaan

Kesempatan untuk melamar kembali di perusahaan yang sama menjadi mustahil. Setiap Anda berbohong, pasti ada risiko di mana kebohongan tersebut akan terbongkar. Anda mungkin masih bisa bersilat lidah ketika melakukan proses wawancara. Namun, ketika perekrut menghubungi kontak referensi yang dicantumkan dalam CV untuk bertanya mengenai diri Anda. Tidak mungkin meminta orang lain untuk ikut berbohong demi Anda.

3.      Dipecat

Berlanjut dari poin sebelumnya, jika atasan mengetahui kebohongan dalam CV tersebut maka kemungkinan terburuk yang akan terjadi adalah anda akan dipecat. Awal mulanya tentu saja atasan tidak akan mempercayai Anda lagi, ditambah dengan hasil pekerjaan yang buruk akan membuat Anda semakin dinilai negatif. Dari sinilah terdapat kemungkinan atasan akan memutuskan untuk memecat Anda.

Selain mencari pekerjaan baru, Anda juga harus memikirkan bagaimana caranya menjelaskan alasan Anda dipecat kepada calon perekrut yang akan ditemui nantinya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Tips Karir

Editor : Akhirul Anwar
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top