OVO Gandeng Bareksa Perkuat Investasi Indonesia

Layanan keuangan digital semakin banyak. Kini perusahaan rintisan berbasis teknologi finansial di Indonesia juga berkolaborasi untuk memudahkan investasi di Indonesia.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 05 Februari 2020  |  21:53 WIB
OVO Gandeng Bareksa Perkuat Investasi Indonesia
Head of Strategy and Innovation Lab OVO Abraham Viktor memperkenalkan fitur terbaru OVO PayLater saat peluncurannya di Jakarta, Jumat (10/5/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan rintisan berbasis teknologi finansial (tekfin/fintech) OVO dan Bareksa berkolaborasi mengumumkan integrasi tanpa batas dengan platform e-investment terkemuka di Indonesia.

Jason Thompson, CEO OVO menyatakan bahwa pihaknya sangat gembira mengumumkan kemitraan tersebut. Hal ini karena ovo sedang menyelesaikan gesekan dalam gerakan _cashless_ dan membawa literasi keuangan di Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi.

“Kami percaya bahwa integrasi tanpa batas dengan Bareksa akan mendorong dampak terhadap adopsi konsumen layanan keuangan digital dan menegakkan pertumbuhan berkelanjutan pada platform kami,” jelasnya.

Lanjutnya, dia mengatakan terus menyoroti komitmen OVO untuk mendukung visi pemerintah dalam memposisikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

“Sebagai perusahaan Indonesia, kami berupaya untuk menyediakan solusi layanan keuangan terintegrasi, dengan fokus utama menyediakan layanan keuangan yang dapat diakses oleh semua orang Indonesia,” terangnya.

Pesatnya pertumbuhan dalam adopsi pembayaran digital di Indonesia merupakan indikasi meningkatnya tingkat kepercayaan dari konsumen dan pemain di berbagai industri. Akibatnya, kemitraan baru ini diharapkan dapat mempercepat kemajuan menuju target inklusi keuangan pemerintah.

Baik OVO dan Bareksa juga terbuka untuk mengeksplorasi potensi kerja sama lebih lanjut dan sinergi lainnya untuk lebih meningkatkan layanan pelanggan.

Co-Founder/CEO Bareksa, Karaniya Dharmasaputra menjelaskan bahwa kemitraan adalah langkah pertama dalam rencana besar Bareksa untuk mensinergikan platform e-investasi dengan e-money.

“Dengan menggunakan ovo sebagai metode pembayaran baru, transaksi pelanggan akan lebih mudah dan akan menjadi kekuatan pendorong berikutnya untuk penetrasi reksa dana nasional. Terobosan ini akan mengakomodasi preferensi dan kebutuhan banyak pelanggan Bareksa, di mana 70% adalah milenial.”

Karaniya juga menambahkan bahwa kolaborasi ini diharapkan akan semakin meningkatkan jumlah transaksi dan nilai dana yang dikelola oleh Bareksa pada tahun 2020 yang diproyeksikan akan meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun lalu.

“Hingga saat ini, jumlah pelanggan yang terdaftar di Bareksa telah mencapai hampir 800.000 orang dengan dana kelolaan sekitar Rp 2 triliun," jelasnya.

Kemitraan antara dua platform ini diharapkan memberikan kenyamanan bagi pelanggan, karena transaksi pembayaran akan diverifikasi secara otomatis. Selain itu, pelanggan Bareksa dapat bertransaksi menggunakan salah satu atau kombinasi poin OVO Cash dan OVO.

Jason juga menambahkan, selaku pelaku bisnis yang mendukung keuangan digital, pihaknya memiliki peta jalan yang jelas dan inovasi sebagai salah satu kunci strategi.

“Di 2020, kami akan fokus pada pengembangan berbagai layanan keuangan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Indonesia, termasuk permintaan untuk produk investasi, asuransi, manajemen aset, dan pinjaman.”

Dengan strategi ekosistem terbuka, ovo diakui sebagai unicorn pertama di Indonesia dalam 2 tahun pertama, dengan terus membangun kemitraan strategis dengan berbagai lini bisnis untuk membangun ekosistem keuangan digital holistik.

“Saat ini kami hadir di lebih dari 550.000 pedagang di Indonesia, termasuk transportasi, e-commerce, hypermarket, department store, layanan logistik, dan lainnya,” jelasnya.

Mengakhiri pembicaraan, dia mengatakan bahwa pertumbuhan ovo diharapkan untuk mempercepat inklusi keuangan dan akses keuangan yang adil untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ovo

Editor : Novita Sari Simamora
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top