Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Deteksi Penyakit Imun, Prodia Luncurkan Pemeriksaan IMMUNErisk

Penyakit pada sistem imun bisa dideteksi sedini mungkin melalui pemeriksaan medis.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 09 Februari 2020  |  19:27 WIB
Acara Launching Pemeriksaan Baru IMMUNErisk Prodia, di GoWork FX Sudirman, Jakarta, Minggu (9/2/2020) - Syaiful MillahM
Acara Launching Pemeriksaan Baru IMMUNErisk Prodia, di GoWork FX Sudirman, Jakarta, Minggu (9/2/2020) - Syaiful MillahM

Bisnis.com, JAKARTA –- PT Prodia Widyahusada Tbk. kembali meluncurkan layanan terbarunya dari rangkaian Prodia Genomics, yakni pemeriksaan berbasis gen IMMUNErisk.

Product Manager Prodia Trilis Yulianti mengatakan pemeriksaan IMMUNErisk berbeda dengan pemeriksaan pada umumnya. Dia menjelaskan upaya medis tersebut merupakan langkah yang bersifat preventif bukan kuratif.

“Tujuannya adalah melakukan pengecekan untuk melihat kondisi gen yang dimiliki. Hasil pemeriksaan ini akan menunjukkan kategori risiko penyakit berdasarkan profil gen seseorang sehingga bisa dilakukan langkah-langkah pencegahan,” katanya di Jakarta, Minggu (9/2).

Trilis menjabarkan, pemeriksaan IMMUNErisk mampu mendeteksi risiko seseorang terhadap tujuh jenis penyakit yang terkait dengan sistem imun. Tujuh penyakit itu terbagi dalam dua kategori penyakit imun yakni kelompok autoimun dan kelompok alergi.

Adapun, ketujuh penyakit itu adalah Allergic Rhinitis dan Atopic Dermatitis dalam kategori penyakit alergi serta Rheumatoid Arthritis, Psoriasis, Lupus, Alpecia Areata, dan Vitiligo dalam kategori penyakit autoimun.

Dia juga menjabarkan, pemeriksaan IMMUNErisk dilakukan menggunakan teknologi Microarray yang dapat mendeteksi 650 ribu variasi gen secara bersamaan dalam waktu yang cepat, yakni selama tiga hari.

Setelahnya, pada hari keempat dan kelima data yang dihasilkan dari Microarray akan diolah dan dikalkulasikan menggunakan sistem bioinformatika. Lalu pada hari keenam atau ketujuh, laporan keseluruhan tes bisa langsung dilihat.

Laporan hasil pemeriksaan IMMUNErisk menyajikan berbagai informasi seperti informasi umum penyakit, gen yang diperiksa, varian genetik, faktor risiko, rekomendasi, hingga tes lanjutan untuk beberapa kasus yang menunjukkan hasil risiko tinggi.

Adapun, Trilis mengungkapkan biaya yang diperlukan untuk melakukan tes ini yakni sebesar Rp7 juta. Akan tetapi, apabila seseorang pernah melakukan tes genomik sebelumnya di Prodia, biaya yang harus dikeluarkan menjadi lebih murah, hanya Rp5 juta.

“Pemeriksaan IMMUNErisk ini hanya perlu dilakukan satu kali karena gen seseorang tidak mengalami perubahan. Ini perlu untuk mengenali faktor risiko penyakit bawaan. Makanya pemeriksaan lebih dini akan jauh lebih baik,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Bisnis dan Marketing Prodia Indriyanti Rafi Sukmawati mengatakan layanan ini dihadirkan sebagai bentuk komitmen perusahaan mendukung kesehatan masyarakat secara luas.

Dia menyebut, sejauh ini Prodia telah memiliki sejumlah layanan pemeriksaan mulai dari Diabetes Risk, Cancer Risk, Hypertension Risk, Vascular Risk, Nutrigenomics, dan yang paling anyar tentunya Immune Risk.

“Kami berharap, dengan adanya pemeriksaan ini [IMMUNErisk], penyakit autoimun dan alergi dapat dicegah dengan menerapkan personalized prevention berdasarkan profil genomik masing-masing individu,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penyakit imunisasi
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top