Begini Cara Deteksi Virus Corona di Laboratorium

Covid-19 sebagai anggota dari Coronavirus memiliki karakteristik dan metode penanganan khusus yang membedakannya dengan anggota Coronavirus lain.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 17 Maret 2020  |  12:06 WIB
Begini Cara Deteksi Virus Corona di Laboratorium
Dokter patologi klinik memeriksa sampel media pembawa virus Corona untuk penelitian di Laboratorium Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya di Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (6/2/2020). - ANTARA FOTO/Umarul Faruq

Bisnis.com, JAKARTA – Covid-19 sebagai anggota dari Coronavirus memiliki karakteristik dan metode penanganan khusus yang membedakannya dengan anggota Coronavirus lain.

Menurut Ahmad R. Utomo, Cancer Diagnostic Research Stem-Cell and Cancer Institute (SCI) menjelaskan, Covid-19 adalah jenis virus dengan materi genetic dari RNA virus. Bedanya dengan DNA,  virus berbasis RNA ini tidak bisa langsung dideteksi menggunakan PCR. Cara pendeteksian di laboratorium harus mengubah materi genetik RNA menjadi DNA atau disebut reverse transcription (RT).

“Setelah konversi dari RNA ke DNA inilah baru bisa dilakukan RT-PCR,” jelas Ahmad dalam konferensi pers virtual, Selasa (17/3/2020).

Dia menjelaskan, selain melalui reverse transcription PCR, jenis lain yang bisa dilakukan mendeteksi Covid-19 adalah real-time PCR. Teknik ini memvisualisasi proses penggandaan materi genetik secara real time. Selain itu, agar terlihat secara real-time, proses PCR ditambah dengan reagen yang berpendar atau fluorescence.

“Jadi dalam Covid-19 pasien diperiksa berkala. Hari ke-10, ke-15, ke-20, sampai ke-30. Dilihat dari banyak atau sedikitnya materi genetic di sampel yang bisa dicek dari angka Ct atau cycle  threshold. Semakin kecil angka Ct, semakin banyak materi generic di sampel,” sambung Ahmad.

Oleh sebab itu karena bisa menghitung jumlah materi genetic di sample, maka Real Time PCR juga disebut sebagai Quantitative Real Time PCR. Teknik PCR untuk deteksi Covid-19 pun dikenal dengan Real Time Reverse Transcript PCR (RT PCR).

Ahmad menambahkan, dua teknik ini memiliki tenggat waktu yang berbeda. Dia menilai, secara umum sample pengecekan Covid-19 bisa mengambil sample darah namun persentase validasi melalui tes ini sangat kecil. Sebaliknya, jika melalui tes sample dari paru-paru ketepatan tes mencapai 93%.

“Hanya saja cara ini sangat sulit, karena pasien perlu di anastesi,” jelas Ahmad.

Dia pun menambahkan jenis pengetesan yang cukup mudah adalah melalui tes swab dari tenggorokan. Adapun persentase ketepatan tes Covid-19 dengan langkah ini mencapai 70%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Virus Corona

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top