Terapi Plasma Darah Untuk Memperkuat Imunitas Pasien Virus Corona

Tekniknya adalah dengan menggunakan antibodi dari plasma darah atau serum dari orang-orang yang telah sembuh dari infeksi COVID-19 untuk menambah imunitas dari pasien yang baru terkena virus dan orang yang beresiko tinggi terinfeksi virus ini.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 17 Maret 2020  |  11:13 WIB
Terapi Plasma Darah Untuk Memperkuat Imunitas Pasien Virus Corona
donor darah, ilustrasi - pmi.or.id

Bisnis.com, JAKARTA -- Dengan vaksin COVID-19 yang masih jauh terealisasi, John Hopkins immunologist Arturo Casadevall sedang berusaha mencari pengobatan dengan cara lama yang bisa digunakan di Amerika dengan harapan dapat memperlambat penyebaran virus ini.

Apabila semuanya berjalan lancar, pengobatan ini bisa dilakukan di Universitas Johns Hopkins di Baltimore beberapa minggu lagi

Tekniknya adalah dengan menggunakan antibodi dari plasma darah atau serum dari orang-orang yang telah sembuh dari infeksi COVID-19 untuk menambah imunitas dari pasien yang baru terkena virus dan orang yang beresiko tinggi terinfeksi virus ini.

Antibodi ini mengandung serum darah yang bisa menetralisir SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan infeksi COVID-19. Casadevall, Profesor molekular mikrobiologi dan immunology dan wabah infeksi di Sekolah Kesehatan Umum dan Sekolah Obat-obatan John Hopkins Bloomberg merilis The Journal of Clinical Investigation

"Opsi ini tidak memerlukan riset atau pengembangan, ini bisa dilakukan dalam beberapa pekan karena hanya perlu mempraktekkan standard bank darah," tuturnya dilansir dari laman resmi Johns Hopkins University, Selasa (17/3/2020).

Dalam kasus ini, pasien yg telah sembuh dari COVID-19 akan mendonasikan darahnya yang akan diisolasi. Setelah diproses serum atau plasmanya dan mengeluarkan racun atau penyakit yang tersisa lalu bisa disuntik kepada pasien yang sakit atau berisiko.

Casadevall berkata bahwa prosedur pengisolasian serum ini bisa ditemukan di rumah sakit dan fasilitas bank darah. Beberapa ahli langsung meingmplementasikan treatment ini ke beberapa daerah lain. Dokter di Shanghai telah menggunakan terapi plasma ke orang yang baru terinfeksi virus corona di China, pembuat obat terbesar di Jepang yakni Takeda Pharmaceuticals juga mulai mengetes terapi ini.

Ahli berkata bahwa tantangan dalam terapi ini adalah waktu yang tepat sangat penting untuk memaksimalkan imunitas pasien. Treatment ini bukan untuk mengobati virus corona tapi pengobatan sementara yang bisa menguatkan badan sampai vaksin atau pengobatan yang lebih kuat tersedia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Virus Corona

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top