Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tak Ingin Mati Konyol, Persatuan Perawat Minta Alat Pelindung Diri

Masih ada beberapa rumah sakit swasta, klinik, puskesmas yang kekurangan alat pelindung diri (APD) untuk menangani pasien virus Corona (Covid-19).
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 26 Maret 2020  |  22:27 WIB
Petugas medis memeriksa kesiapan alat di ruang ICU Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Presiden Joko Widodo yang telah melakukan peninjauan tempat ini memastikan bahwa rumah sakit darurat ini siap digunakan untuk karantina dan perawatan pasien Covid-19. Wisma Atlet ini memiliki kapasitas 24 ribu orang, sedangkan saat ini sudah disiapkan untuk tiga ribu pasien. ANTARA FOTO/Kompas/Heru Sri Kumoro - Pool
Petugas medis memeriksa kesiapan alat di ruang ICU Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Presiden Joko Widodo yang telah melakukan peninjauan tempat ini memastikan bahwa rumah sakit darurat ini siap digunakan untuk karantina dan perawatan pasien Covid-19. Wisma Atlet ini memiliki kapasitas 24 ribu orang, sedangkan saat ini sudah disiapkan untuk tiga ribu pasien. ANTARA FOTO/Kompas/Heru Sri Kumoro - Pool

Bisnis.com, JAKARTA - Alat pelindung diri (APD) adalah senjata penting bagi para petugas medis yang menjadi garda terdepan dalam penanganan virus corona. Namun sayangnya, ketersediaannya masih minim.

Memang, pemerintah baru saja mendapat bantuan APD dari China, akan tetapi Ketua Umum PP PPNI Harif Fadhillah membebarkan hingga saat ini masih banyak perawat yang mengeluh soal ketersediaan APD di rumah sakit.

"Walaupun kita tahu sudah ada upaya pemerintah untuk mendistribusikan ke rumah sakit daerah dan rujukan. Faktanya di rumah sakit swasta, klinik, puskesmas mereka juga melayani mereka juga membutuhkan," ujarnya saat bertemu Presiden PKS Sohibul Iman di Jakarta, Kamis (26/3/2020).

Perawat dalam kondisi apapun katanya selalu siap bekerja. Namun, Harif menegaskan, keamanannya juga harus dijamin agar bisa menjalanan tugas dengan baik.

"Karena faktor keamanan ini number one, zero toleransi. Supaya bisa bertempur, supaya tidak mati konyol melayani pasien," tegasnya.

Sementara itu, dia berterima kasih kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang hari ini telah menyumbangkan APD untuk tenaga kesehatan. Dia berharap langkah ini diikuti partai politik lainnya guna ketersediaan senjata bagi para petugas medis di lapangan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perawat corona apd alat pelindung diri
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top