Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Disiplin Waktu Kunci Efektif Bekerja dari Rumah

Berbagai faktor mulai dari keterbatasan akses informasi hingga suasana rumah yang mungkin kurang kondusif untuk melakukan pekerjaan,
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 26 Maret 2020  |  11:35 WIB
Ilustrasi - Rantchic
Ilustrasi - Rantchic

Bisnis.com, JAKARTA - Bekerja dari rumah ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Pada praktiknya, membawa pekerjaan kantor ke rumah justru memberikan pengaruh pada produktivitas dan durasi pengerjaan.

Berbagai faktor mulai dari keterbatasan akses informasi hingga suasana rumah yang mungkin kurang kondusif untuk melakukan pekerjaan, apalagi dengan kebijakan pembatasan fisik saat ini, akan mengubah pola kerja dalam beberapa pekan ke depan.

Menurut Psikolog Ratih Ibrahim, di satu sisi, bekerja dari rumah mungkin justru menyenangkan bagi pekerja. Di samping gaji mereka tetap dibayarkan, pekerja dapat menghemat ongkos transportasi dan makan serta dapat bekerja dengan lebih tenang.

Di sisi lain, suasana yang lebih santai justru berpotensi memengaruhi pekerja yang tidak disipilin dan menurunkan produktivitasnya, bahkan lebih rendah saat mereka bekerja dari kantor.

Tips-tips yang seringkali kita lihat di media sosial maupun beberapa portal berita belakangan ini dapat menjadi tidak efektif jika pekerja tidak secara mandiri menerapkan kedisplinan dan tanggung jawab profesional terhadap pekerjaannya.

Menurut Ratih, dia yakin bahwa para pekerja adalah manusia dewasa yang sudah paham tentang tanggung jawab pekerjaannya, termasuk kewajiban mereka untuk bekerja secara produktif dan menjaga performa kerja dengan baik bagaimana pun sistem kerjanya.

"Maka urusan motivasi ada pada tanggung jawab dirinya sendiri, bukan orang lain maupun perusahaan. Cukup fokus pada tanggung jawab profesional masing-masing," ujarnya kepada Bisnis.

Terdengar berat memang, namun bukan berarti tips-tips yang selama ini kita baca tidak dapat memberikan kemudahaan ketika bekerja dari jarak jauh.

Ratih juga mengingatkan bahwa bekerja dari rumah memiliki dampak psikologis yang perlu diperhatikan. Suasana rumah yang lebih santai dan nyaman kemungkinan dapat membuat orang lupa bahwa dia tetap memenuhi kewajiban pekerjaannya meskipun tidak di kantor.

"Mereka mungkin justru merasa sedang libur sehingga menjadi malas, atau sibuk dengan rasa bosan sehingga tidak menunjukkan performa yang baik," tuturnya.

Bekerja dari rumah bukan menjadi alasan untuk bermalas-malasan. Menurut artikel Harvard Business Review, Anda dapat menyusun jadwal yang terstruktur rapi untuk diikuti setiap harinya, layaknya sedang bekerja dari kantor.

Jika pekerjaan Anda bergantung dengan komunikasi yang intens, gunakanlah beberapa opsi selain email atau pesan singkat.

Pekerja jarak jauh memiliki lebih banyak opsi berkat kemajuan teknologi, seperti konferensi video. Metode ini juga menjadi pilihan beberapa perusahan bahkan pemerintah untuk mengadakan rapat maupun konferensi pers dan lebih efektif daripada harus berkumpul di satu tempat.

Untuk menghindari perasaan terisolasi ketika bekerja dari rumah, perbanyak komunikasi dengan membahas isu ringan baik itu dengan rekan kerja, teman maupun keluarga. Hal ini mungkin lebih sulit dilakukan ketika bekerja dari rumah.

Jangan lupa juga untuk selalu menunjukkan apresiasi dan dukungan emosional, khususnya kepada mereka yang secara tiba-tiba harus mengalami perubahan sistem kerja.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Tips Karir
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top