Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Benarkah Virus Corona Bisa Menular Melalui Keringat?

Meskipun tangan kita memiliki kelenjar keringat, beberapa pihak menyebut bahwa keringat dapat mentransfer kuman berbahaya. Benarkah demikian?
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 01 April 2020  |  17:31 WIB
Berkeringat - boldsky.com
Berkeringat - boldsky.com

Bisnis.com, JAKARTA – Kuman seperti virus dan bakteri seringkali menyebar melalui bersin dan batuk, makanan mentah, hewan, dan tangan yang tidak cuci.

Meskipun tangan kita memiliki kelenjar keringat, beberapa pihak menyebut bahwa keringat dapat mentransfer kuman berbahaya. Benarkah demikian?

Keringat merupakan respons alami tubuh ketika suhu tubuh terlalu tinggi. Respons itu meninggalkan kulit melalui pori-pori atau lubang kecil di kulit, yang memungkinkan keringat menguap dan mendinginkan tubuh kita.

Keringat sebagian besar terbuat dari air, tetapi juga mengandung amonia, garam, dan protein yang pada dasarnya adalah produk limbah tubuh. Keringat juga dapat membunuh patogen atau mikroba yang menyebabkan penyakit.

Para ahli mengungkapkan bahwa keringat juga mengandung dermcidin yang diproduksi ketika proses berkeringat terjadi. Ini merupakan jenis peptida antimikroba yang dapat menusuk membran luar bakter atau virus.

Para ilmuwan juga percaya bahwa keringat menghasilkan 1.700 jenis antibiotik alami yang dapat secara efisien membunuh kuman. Zat alami ini juga dinilai lebih efektif untuk jangka panjang daripada antibiotik yang diresepkan.

Joseph Comber, ahli biologi di Villanova University mengatakan bahwa tubuh kita dipenuhi dengan mikroba dan tangan adalah organ tubuh yang memiliki banyak kuman. Namun demikian, lanjutnya, keringat tidak mungkin mentransfer kuman penyebab penyakit.

Comber mencatat pada kasus SARS, yang juga disebabkan oleh virus corona, ditemukan adanya virus di kelenjar keringat orang yang telah meninggal. Akan tetapi, keringat bukan sarana penyebaran virus itu sendiri.

Meskipun harus dikatakan bahwa ada beberapa jenis virus yang menyebar melalui cairan tubuh seperti lendir atau air liur. Akan tetapi, virus corona tidak termasuk yang demikian dia menyebar melalui sistem sekresi pernapasan.

Secara keseluruhan, dia menegaskan bahwa keringaat tidak akan membawa kuman atau virus kecuali melewati luka yang terbuka, “Itu [penulalran virus melalui keringat] bukan sesuatu yang telah diperlihatkan dalam ciri utama patogen menular,” katanya seperti dikutip Insider, Rabu (1/4).

Hal ini juga ditegaskan oleh banyak organisasi kesehatan terkemuka di dunia yang mengingatkan masyarakat untuk lebih khawatir tentang penyebaran virus corona melalui batuk atau bersin daripada keringat orang lain selama masa pandemi COVID-19.

Misalnya yang dikemukakan oleh Centers for Disease Control and Prevention menyatakan bahwa virus corona menyebar melalui tetesan pernapasan orang yang terinfeksi dari batuk atau bersih, atau menyentuh permukaan yang telah mereka sentuh.

World Health Organization juga menambahkan bahwa seseorang dapat terinfeksi virus corona ketika melakukan kontak fisik langsung dengan pasien positif dan menyentuh bagian mata, hidung, mulut, atau menghirup napas orang yang terinfeksi.

Jadi, langkah penting yang harus dilakukan untuk menghindari penyebaran virus corona adalah dengan menerapkan jarak sosial (social distancing) setidaknya enam kaki atau sekitar 2 meter dari orang lain. Selain itu, dianjurkan juga untuk sering cuci tangan selama 20 detik dengan air dan sabun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona keringat
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top