Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tips Sehat, Menikmati Makanan Lebaran Tinggi Lemak

Sebagian orang merasa bersalah saat mengonsumsi makanan yang mengandung tinggi lemak dan garam saat Lebaran.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 23 Mei 2020  |  07:40 WIB
Rendang - Antara
Rendang - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Lebaran biasanya dirayakan dengan makanan lezat yang mengandung tiga komponen utama, yakni gula, garam, dan lemak atau GGL.

Namun, masyarakat perlu mewaspadai bahwa asupan ketiga komponen tersebut secara berlebihan bisa menimbulkan risiko kesehatan. Untuk menetralisir, maka masyarakat perlu mengonsumsi sayuran dan buah.

Nutrition & Wellness Consultant Nutrifood M. Aldis Ruslialdi mengatakan pola asupan saat Lebaran cenderung meningkat walau di masa pandemi Covid-19 karena banyak keluarga merayakan Lebaran di rumah saja. Praktik isi piringku di mana aturan makanan seimbang baik karbohidrat, sayur, dan protein menjadi susah dijalani.

Sebenarnya, lanjut Aldis yang harus diperhatikan adalah mengontrol makan saat Lebaran. Sebab tidak bisa dimungkiri selain kita masak juga ada hantaran kerabat yang membuat stok makanan juga meningkat.

Aldis pun membagikan trik untuk mengontrol makan saat Lebaran sehingga mengurangi rasa bersalah.

"Sebagai contoh, makan opor jangan pakai tambah banyak kuah, pilih bagian dada ayam dagingnya, begitu juga dengan rendang dimakan dagingnya saja," ucap Aldhis dalam Zoom Media Virtual bersama Nutrifood, (22/5/2020).

Begitu pula dengan kue nastar. Menurut Aldis, makan nastar 4 butir dalam sehari kalorinya hampir 200. Kebanyakan orang biasanya makan nastar satu toples dipegang sendiri sehingga tidak ada kontrol.

"Sebisa mungkin konsumsi yang dianjurkan cukup satu saja, dan itu pun juga ada stok buah untuk mengimbangi kalori kue kering," ucap Aldis.

Menurut Aldis, kuantitas dan panduan gizi seimbang juga perlu diperhatikan termasuk asupan gula, garam, dan lemak. Asupan gula bisa naik dari kue nastar, kastengel, dodol, dan makanan manis lainnya. Sementara lemak dan garam pasti dari lauk.

Belum lagi ketupat atau lontong lebaran yang kerap ada di meja makan. Menurut Aldis, lontong dan ketupat masuk dalam kategori karbohidrat dengan indeks glikemik tinggi.

"Sebagai alternatif Anda bisa mengganti dari biasanya beras putih jadi beras merah. jadi bukan tekstur yang jadi jaminan kalau tekstur keras lebih sehat. Sebab bahannya sama-sama dari karbohidrat. Kalau tidak bisa ganti beras merah, kembali ke porsi, merujuk isi piringku dianjurkan 2/3 porsi," saran Aldis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makanan lebaran Ramadan tips sehat

Sumber : Tempo.co

Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top