Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ahli Peringatkan Pandemi Corona Tidak Melambat, Ancaman Gelombang Kedua Menghantui

Pawel Grzesiowski dari Foundation of the Institute of Infection Prevention mengatakan pandemi global ini bahkan tidak melemah. Tingkat keparahannya di berbagai negara masih bervariasi tergantung kondisi setempat.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 03 Juni 2020  |  12:45 WIB
Virus Corona penyebab sindrom pernapasan MERS - bbc.co.uk
Virus Corona penyebab sindrom pernapasan MERS - bbc.co.uk

Bisnis.com, JAKARTA – Infeksi virus corona baru di seluruh dunia telah mencapai angka lebih dari 6,3 juta kasus. Kendati telah ada beberapa negara yang menunjukkan penurunan kasus, tetapi para ahli mengatakan bahwa pandemi ini masih jauh dari selesai.

Dilansir dari Express, Rabu (3/6) Pawel Grzesiowski dari Foundation of the Institute of Infection Prevention mengatakan pandemi global ini bahkan tidak melemah. Tingkat keparahannya di berbagai negara masih bervariasi tergantung kondisi setempat.

Di Inggris misalnya, ada lebih 279.000 kasus infeksi Covid-19 dengan sekitar 40.000 kasus meninggal dunia. Amerika Serikat lebih parah, Negeri Paman Sam itu mencatatkan infeksi lebih dari 1,8 juta kasus, dengan sekitar 100.000 kasus kematian.

Angka penambahan kasus juga tidak sepenuhnya melandai. World Health Organization melaporkan pada awal pekan ini, Amerika Serikat memiliki 17.962 kasus baru dalam sehari. Brazil lebih banyak lagi, dengan 33.274 kasus sementara Rusia punya 9.035 kasus anyar.

Dengan kondisi demikian, Grzesiowski khawatir beberapa negara mulai merencanakan pelonggaran upaya pembatasan jarak sosial hingga pelonggaran pembatasan perjalanan. Menurutnya, hal ini memunculkan tantangan baru dan dapat menyebabkan gelombang kedua infeksi.

Hans Kluge, Director for the WHO European Region mengatakan bahwa sekarang masih merupakan waktu untuk persiapan, bukan perayaan karena penurunan jumlah kasus yang terjadi di beberapa negara.

Andrea Ammon dari European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC) mengatakan bahwa gelombang infeksi kedua sangat mungkin terjadi, jika masyarakat melanggar aturan-aturan jarak sosial yang telah ditetapkan.

Grzesiowski juga berpendapat bahwa masyarakat yang lebih besar, yang berada di ruang publik membantu memfasilitasi penyebaran virus corona, "Kita harus ingat bahwa semakin banyak orang berkumpul di satu tempat, semakin tinggi risiko infeksi,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona pandemi corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top