Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

LIPI Lakukan Uji Klinis Produk Herbal pada Pasien Covid-19

Tim dokter dan peneliti melakukan uji klinis kepada 90 pasien Covid-19.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 11 Juni 2020  |  22:55 WIB
Petugas medis memeriksa kesiapan alat di ruang ICU Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Presiden Joko Widodo yang telah melakukan peninjauan tempat ini memastikan bahwa rumah sakit darurat ini siap digunakan untuk karantina dan perawatan pasien Covid-19. Wisma Atlet ini memiliki kapasitas 24 ribu orang, sedangkan saat ini sudah disiapkan untuk tiga ribu pasien. - Antara
Petugas medis memeriksa kesiapan alat di ruang ICU Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Presiden Joko Widodo yang telah melakukan peninjauan tempat ini memastikan bahwa rumah sakit darurat ini siap digunakan untuk karantina dan perawatan pasien Covid-19. Wisma Atlet ini memiliki kapasitas 24 ribu orang, sedangkan saat ini sudah disiapkan untuk tiga ribu pasien. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan beberapa lembaga perkumpulan kedokteran melakukan uji klinis kandidat immunomodulator yang berasal dari tanaman herbal asli Indonesia untuk pasien Covid-19.

Pengujian dilakukan di Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, dan dimulai pada Senin, 8 Juni 2020.

Produk yang diuji ada dua, yaitu Cordyceps militaris dan kombinasi herbal yang terdiri dari rimpang jahe, meniran, sambiloto dan daun sembung. Kepala LIPI Laksana Tri Handoko menerangkan, uji klinis tersebut merupakan tonggak sejarah bagi pengembangan suplemen dan obat di Indonesia.

“Ini adalah uji klinis produk herbal pertama yang ditujukan untuk penangan Covid-19 di Indonesia, yang dipimpin dan dirancang oleh peneliti Indonesia,” ujarnya seperti dikutip dari Tempo, Kamis (11/6/2020).

Uji klinis dilakukan pada 90 pasien Covid-19, dan dilakukan bersama tim peneliti dari Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan, dan tim dokter Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, yang didampingi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Jika uji klinis berhasil, Handoko menjelaskan, ini akan membuktikan bahwa suplemen yang selama ini telah diproduksi bisa diklaim untuk penanganan Covid-19. “Sehingga berpotensi untuk menjadi produk ekspor unggulan Indonesia,” tutur Handoko.

Masteria Yunovilsa Putra dari Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI selaku Koordinator Kegiatan Uji Klinis Kandidat Immunomodulator dari Herbal untuk Penanganan Covid-19 mengatakan, kombinasi herbal yang akan sedang diuji klinis sudah memiliki nomor izin edar. “Ada prototype dan datanya serta sudah memiliki izin edar dari BPOM,” kata Masteria.

Menurut Masteria, obat dan suplemen herbal ini diharapkan tidak hanya untuk mengobati, tapi juga bisa digunakan sebagai pencegahan untuk Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang terindikasi Covid-19. “Semoga bulan Juli analisis dan hasil sementara dari uji klinis sudah terlihat,” ujar Masteria.

Riset dari kandidat obat itu sudah dilakukan sejak Maret lalu, diawali dengan pengkajian ilmiah terhadap beberapa komoditas herbal Indonesia yang diperkirakan memiliki aktivitas imunomodulator. Kegiatan pengkajian ilmiah ini dikerjakan oleh tim peneliti LIPI, Universitas Gadjah Mada, dan PT Kalbe Farma Tbk.

“Harapannya jika nanti tanaman herbal ini lulus uji klinis, ketersediaanya terjamin dan dapat mudah ditemukan di sekitar,” tutur Masteria.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pasien jahe covid-19

Sumber : Tempo.co

Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top