Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kabar Baik! Uji Coba Vaksin Virus Corona Sinovac Tidak Ada Efek Samping Berisiko

Calon vaksin Sinovac dari China yang telah mencapai tahap akhir untuk pengujian manusia dan diklaim tidak menimbulkan risiko signifikan.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 15 Juni 2020  |  09:32 WIB
Calon vaksin virus Corona (Covid-19). - Shutterstock
Calon vaksin virus Corona (Covid-19). - Shutterstock

Bisnis.com, JAKARTA - Uji coba vaksin virus corona yang  dilakukan oleh Sinovac Biotech Ltd. diklaim tidak menimbulkan efek samping yang parah pada  sukarelawan yang disuntik vaksin Covid-19.

Vaksin perusahaan yang berbasis di Beijing, yang disebut CoronaVac mengungkapkan bahwa vaksin yang diberikan telah menimbulkan respon kekebalan tubuh untuk percobaan pada manusia. Vaksin virus corona ini juga menunjukkan adanya perlawanan daya tahan tubuh untuk melawan infeksi virus corona.

Seperti yang dikutip dari Times of India pada Senin (15/6/2020), Sinovac mengungkapkan vaksin Covid-19 belum menyebabkan efek samping yang parah dan lebih dari 90 persen orang yang diberi suntikan pada interval 14 hari telah menginduksi antibodi penawar dua minggu setelah inokulasi.

“Temuan awal berasal dari uji coba fase I dan II di China. Sebanyak 743 orang sehat berusia 18 hingga 59 baik menerima suntikan pada dua jadwal atau plasebo,” papar Sinovac.

Juru bicara Sinovac mengungkapkan bahwa akan lebih banyak data yang terungkap dari kelompok lain dalam uji coba vaksin virus corona, khususnya dari sukarelawan yang vaksin pada interval 28 hari. Sinovac berencana untuk mempublikasikan hasilnya di jurnal akademik.

Dengan menggunakan versi virus corona yang terbunuh, maka vaksin Sinovac adalah 5 dari antara percobaan di China yang telah mencapai tahap akhir untuk pengujian manusia. Namun, ini belum mendapatkan persetujuan untuk penggunaan umum. 

Perusahaan mengumumkan kemitraan bulan ini dengan Instituto Butantan untuk melakukan uji coba fase III di Brasil, di mana patogen baru telah menyebabkan wabah terbesar kedua dalam pandemi global yang sejauh ini telah menginfeksi lebih dari 7,7 juta orang dan menewaskan lebih dari 428.000.

Karena penguncian dan langkah-langkah sosial telah membantu menjaga tingkat infeksi rendah di banyak negara, beberapa calon vaksin terkemuka sedang berusaha untuk melakukan uji coba fase III untuk membasmi wabah yang sedang aktif .

Pihak berwenang di Brazil telah menyetujui vaksin yang dikembangkan bersama oleh University of Oxford dan AstraZeneca Plc untuk melakukan uji coba tahap akhir di sana, sementara Moderna Inc. yang berbasis di Cambridge, Massachusetts akan memasuki uji coba fase III di AS.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vaksin Virus Corona covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top