Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Peneliti Inggris Temukan Metode Baru Tes Corona

Sejumlah penelitian sebelumnya telah mengklaim bahwa delapan dari sepuluh orang memiliki gejala ringan sehingga mereka hampir tidak menyadari bahwa mereka sakit
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 18 Juni 2020  |  15:25 WIB
Alat qPCR dari perusahaan rintisan Nusatics untuk melakukan tes cepat pasien terinfeksi virus corona atau Covid-19. - Dok.Nusatics
Alat qPCR dari perusahaan rintisan Nusatics untuk melakukan tes cepat pasien terinfeksi virus corona atau Covid-19. - Dok.Nusatics

Bisnis.com, JAKARTA – Para peneliti di Inggris menemukan metode pengetesan baru yang bisa mengidentifikasi pasien virus corona Covid-19 dengan lebih akurat, bahkan menjangkau pasien dengan penyakit ringan atau tanpa gejala.

Sejumlah penelitian sebelumnya telah mengklaim bahwa delapan dari sepuluh orang memiliki gejala ringan sehingga mereka hampir tidak menyadari bahwa mereka sakit. Selain itu, persoalan lain datang dari ketidakpercayaan terhadap hasil tes yang tidak akurat.

Namun, para ilmuwan di University of Birmingham mengatakan mereka telah menemukan tes darah baru yang akan mengidentidikasi korban tangap gejala. Ini berpotensi menjadi langkah besar dalam pertempuran melawan pandemi.

Tes yang telah diujicobakan pada 1.000 pekerja National Health Service UK, bekerja dengan skema mencari antibodi yang diproduksi oleh sistem kekebalan ketika virus corona menyerang sel menggunakan ‘paku’ permukaannya.

Alex Richter dari Institute of Immunology di Birmingham mengatakan bahwa mereka yang memiliki penyakit ringan atau tanpa gejala memiliki respons yang lebih lemah terhadap pengetesan protein yang ada.

“Dalam pengujiannya, kami menggunakan bentuk protein spike yang terlipat dengan benar, yang merupakan protein yang digunakan virus untuk mengikat sel. Kami mendapatkan sensitivitas 98 persen dan itu menjadi game changer untuk pengujian corona,” katanya seperti dikutip Metro, Kamis (18/6).

Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar masyarakat merasa khawatir bahwa tes yang ada sebelumnya mungkin tidak seakurat sampel darah yang diambil langsung dari vena. Namun, Ricther menyebut kedua metode bekerja sama baiknya.

Jenis tes sebelumnya yang digunakan, khususnya di Inggris adalah dengan meminta masyarakat menusuk jari mereka dan mengirimkan bercak darah kering ke laboratorium dan pengetesan swab yang juga sudah diterapkan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top