Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tips Merawat Tanaman Hias di Rumah

Jika tidak memiliki ventilasi dan pencahayaan matahari ke dalam rumah, maka sebaiknya Anda merawat tanaman lain.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 13 Juli 2020  |  14:35 WIB
Opuntia atau kaktus - wikipedia
Opuntia atau kaktus - wikipedia

Bisnis.com, JAKARTA – Berkebun atau mengoleksi tanaman hias di rumah tiba-tiba menjadi tren di masa pandemi virus corona atau Covid-19. Banyak yang beralasan mereka membutuhkan hal yang segar untuk dilihat dan meredakan stres ketika hanya menghabiskan waktu sepanjang hari di rumah karena adanya pembatasan sosial.

Namun kerap kali para pekebun atau kolektor pemula ini asal membeli tanaman hingga akhirnya salah merawat dan mati begitu saja. Tentu, setiap tanaman memiliki karakteristiknya masing-masing dan perawatannya juga pasti berbeda.

Praktisi tanaman, James Wong seperti dilansir dari The Guardian, Senin (13/7/2020), mengatakan selama masa pembatasan ini, banyak orang yang memburu tanaman kaktus dan sukulen untuk menjadi penghias rumah. Akan tetapi, tak sedikit pula tanaman itu akhirnya mati.

Untuk tanaman seperti ini, Wong menyarankan agar kaktus dan sukulen ditempatkan tidak lebih dari 1 meter dari jendela. Meskipun kaca tampak transparan, dia menyaring hampir semua sinar UVB.

Jika tidak memiliki ventilasi dan pencahayaan matahari ke dalam rumah, dia menyarankan lebih baik merawat tanaman lain.

tanaman hias

Selain kaktus dan sukulen, pakis juga popular sebagai tanaman hias. Dalam merawat pakis, penting untuk memperhatikan tingkat kelembaban yang konsisten dan stabil. Pilih spesies pakis yang besar berdaun lilin, seperti pakis sarang burung dan pakis buram.

Mereka mengembangkan lapisan mengkilap sebagai cara untuk mencegah kehilangan air. Pakis Maidenhair indah, tetapi bukan pilihan yang bagus untuk pemula.

Terrarium juga cukup diminati. Terrarium adalah tanaman yang ditanam di dalam wadah yang terbuat dari kaca. Wadah kaca ini merupakan pot yang menjadi tempat tumbuhnya tanaman. Wong menyebut ketika ingin membuat terrarium jangan coba berpikir untuk menaruh kaktus atau sukulen di dalamnya.

Kaca menciptakan lingkungan rendah cahaya, kelembaban tinggi di dalam, yang merupakan iklim mikro yang sempurna untuk tanaman dari hutan hujan, tetapi kebalikan dari apa yang dibutuhkan penghuni gurun seperti kaktus dan sukulen. Pilihlah pakis, lumut, dan anggrek sebagai gantinya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perkebunan tanaman tanaman hias
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top