Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kapan Pandemi Virus Corona Akan Berakhir?

Dunia saat ini sedang mengembangkan vaksin virus corona (Covid-19) dan membutuhkan waktu yang tak sedikit untuk melihat hasilnya melalui berbagai pengujian.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 15 Juli 2020  |  15:32 WIB
Petugas medis menunjukkan alat tes cepat (rapid test) COVID-19 buatan dalam negeri di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (9/7/2020). Pemerintah meluncurkan alat tes cepat COVID-19 yang diberi nama RI-GHA Covid-19 dan menargetkan dapat diproduksi sebanyak 200 ribu rapid pada Juli dan 400 ribu di Agustus 2020. ANTARA FOTO - Arnold
Petugas medis menunjukkan alat tes cepat (rapid test) COVID-19 buatan dalam negeri di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (9/7/2020). Pemerintah meluncurkan alat tes cepat COVID-19 yang diberi nama RI-GHA Covid-19 dan menargetkan dapat diproduksi sebanyak 200 ribu rapid pada Juli dan 400 ribu di Agustus 2020. ANTARA FOTO - Arnold

Bisnis.com, JAKARTA – Pandemi virus corona (Covid-19) yang telah berlangsung sejak awal tahun hingga kini masih belum berakhir. Virus corona baru itu telah menjangkit lebih dari 13 juta orang dan menewaskan lebih dari 500.000 orang di seluruh dunia.

Banyak orang yang mempertanyakan kapan kiranya pandemi global ini akan berakhir. Akan tetapi, ketidakpastian masih meliputi dunia, banyak negara yang mulai mengalami penurunan kasus tapi tak sedikit yang pandeminya masih meningkat.

Menengok ke belakang, pandemi di mulai di Wuhan, China sebagai akibat dari campuran strain virus corona yang biasa ditemukan pada kelelawar, dan dengan cepat menemukkan jalannya ke manusia yang kemudian menyebar ke berbagai penjuru dunia.

Pada konferensi pers akhir pekan lalu, Mike Ryan, Direktur Eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO mengatakan bahwa kita barangkali tidak mungkin memberantas Covid-19 dalam waktu dekat, mengingat jumlah kasus hariannya masih meningkat.

Selain itu, ada hal-hal lain juga yang menyebabkan kenapa dunia mungkin masih harus melalui perjuangan panjang melawan pandemi virus corona baru ini.

Perbedaan Covid-10, MERS, dan SARS

Perbedaan utama antara virus corona baru SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19 dengan varian virus corona lainnya adalah penyebarannya yang lebih cepat. Para ahli mengatakan pengembangan vaksin untuk ini sangat mendesak daripada virus lain karena penularannya yang tinggi.

Lembaga-lembaga berwenang juga menyampaikan bahwa pemberantasan virus corona baru ini akan sulit tanpa vaksin, tidak seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS), yang sebelumnya menyebabkan kepanikan pada beberapa tahun silam.

Begitu juga dengan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Tidak ada perawatan atau vaksin untuk  keduanya, tetapi mereka tidak menyebabkan masalah besar dan tidak menyebar luas lagi. Tidak ada lagi kasus SARS yang terkonfirmasi, dan MERS hanya terjadi di negara-negara Arab dan sekitarnya.

Di sisi lain, Covid-19 sangat berbeda. Pandemi ini telah disandingkan dengan pandemi Flu Spanyol dari virus H1N1, yang diperkirakan telah membunuh sekitar 50 juta orang di seluruh dunia pada 1910an silam.

Setelah wabah pertama virus H1N1 pada musim panas 1918, gelombang kedua yang lebih besar datang mengikuti sekitar musim gugur di tahun yang sama. Kemudian gelombang ketiga datang pada awal 1919, sebelum surut pada sekitar 1920.

Ahli epidemiologi menunjukkan bahwa kedua obat baru untuk perawatan dan vaksin pencegahan diperlukan untuk mengakhiri pandemi yang berlangsung saat ini.

“Jika hanya satu yang dikembangkan, virus dengan infektivitas yang tinggi tidak akan pernah bisa ditahan,” kata Bang Ji-hwan, Kepala Komite Klinik Pusat Medis Nasional Korea Selatan, seperti dikutip Korea Times, Rabu (15/7/2020).

virus corona covid-19

Vaksin digunakan untuk memicu sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi. Mereka bekerja dengan memberikan tubuh sejumlah kecil virus yang dilemahkan sehingga dapat menghasilkan antibodi yang dapat melawan pengganggu.

Di sisi lain, perawatan juga diperlukan saat seseorang telah terinfeksi untuk membunuh penyakit. Perawatan membantu mengurangi keparahan gejala pasien yang terinfeksi virus dan akhirnya membunuh infeksi virus.

“Dalam hal ini, pengembangan vaksin dan pengobatan adalah hal penting. Pengobatan dapat mengurangi kematian akibat virus, meskipun tidak dapat mengurangi jumlah kasus yang dikonfirmasi. Hal tersebut akan dilakukan oleh vaksin,” ujarnya.

Pengembangan Vaksin

Negara-negara di seluruh dunia, termasuk Korea Selatan saat ini sedang mengembangkan vaksin Covid-19 dan perawatan lainnya, tetapi masih membutuhkan waktu yang tak sedikit untuk melihat hasilnya melalui berbagai pengujian.

“Meskipun ada banyak kasus yang dikonfirmasi, fase krisis secara alami disesuaikan ketika vaksin dikembangkan. Kita tidak dapat kembali hidup tanpa mengambil tindakan apa pun terhadap virus ini,” kata Yoon Tae-ho, Kepala Departemen di Pusat Keselamatan dan Penanggulangan Bencana Pusat Korea.

Sejak awal Mei, Korea Selatan telah memetakan sistem dukungan pemerintah untuk menemukan perawatan dan vaksin guna memerangi Covid-10. Banyak yang menggantungkan harapan mereka untuk mengobati virus dengan remdesivir.

Korea Center for Disease Control and Prevention (KCDC) menyebut bahwa mereka telah memberikan remdesivir kepada sejumlah pasien Covid-19 mulai bulan ini. Kendati obat itu dikenal yang paling efektif, mereka mengatakan masih perlu pemantauan lebih lanjut untuk memastikan kemanjurannya.

“Kita perlu mengambil lebih banyak waktu untuk melihat lebih banyak pencapaian nyata dalam hal pengembangan vaksin,” katanya.

pasien virus corona

Bersiap untuk Pertempuran Panjang

Dengan pandemi yang masih berlanjut sekitar setengah tahun, otoritas karantina telah mulai mempersiapkan pertempuran jangka panjang dengan melakukan pengaturan sistem prosedural dan personel yang juga harus disiapkan.

“Markas besar pusat untuk tanggap virus akan ditetapkan sebagai organisasi permanen karena pandemi ini diperkirakan bakal berlangsung panjang,” kata Sohn Young-rae, Juru Bicara Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Korea Selatan.

Dia menyebut belum ada banyak penyakit menular baru yang ada selama periode 6 bulan terakhir, akan tetapi mengingat situasi global dan pendapat berbagai pakar, sangat mungkin bahwa pandedmi akan berlanjut.

“Sulit untuk menghadapi situasi sambil mengesampingkan semua tugas yang dilakukan. Dalam hal ini, kita perlu merestrukturisasi organisasi dengan membuat Satuan Tugas Keselamatan dan Penanggulangan Bencana Sentral,” tandasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona pandemi corona vaksin
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top