Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Novel Mata Air Api, Benih Inspirasi dari Lirik Lagu Iwan Fals

Setiap lantunan lagu memiliki kekuatan untuk membangun emosi seperti seperti rasa bersalah pada orangtua, kesedihan, kekecewaan, kemarahan, dan ragam emosi lainnya.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 22 Juli 2020  |  23:41 WIB
Novel Mata Air Api terinspirasi dari lantunan lagu Iwan Fals. - tangkapan layar
Novel Mata Air Api terinspirasi dari lantunan lagu Iwan Fals. - tangkapan layar

Bisnis.com, JAKARTA – Lirik lagu ternyata memiliki kemampuan untuk melahirkan banyak inspirasi termasuk melahirkan karya lainnya.

Dalam peluncuran dan Bedah Buku novel berjudul ‘Air Mata Api’ karya Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Piter Abdullah Redjalam, selaku penulis dia mengakui besarnya peran lagu-lagu Iwan Fals terhadap karya novel itu. Dia mengaku telah mengenal lagu-lagu Iwan Fals sejak kecil, tepatnya sejak SD. Ada beragam judul lagu yang sangat membekas seperti ‘Frustasi’ dan ‘Ambulan Zigzag’.

“Kami di kampung menggemari karena liriknya kocak, album perdana yang Sarjana Muda itu meledak membuat anak seumuran saya sangat menikmatinya. Lalu lagu 22 Januari, Yang Terlupakan, dan Bung Hatta juga sangat berbekas,” ungkap pria kelahiran Pagar Ala mini dalam webinar launching buku, Rabu (22/7/2020).

Tumbuh bersama lagu-lagu Iwan Fals, membuat Piter kerap membayangkan banyak hal sembari mendengarkan dendang dan lirik lagu. Dia pun mulai kegandrungan dan terus mengikuti album demi album yang dirilis oleh Iwan Fals. Apalagi, menurut Piter, ciri khas Iwan Fals sebagai seorang musisi adalah kemampuan dia menulis dan menyanyikan baris lirik yang bernyawa.

“Lagu-lagu yang saya pilih itu mengena di hati. Dari lagu yang liriknya begitu kuat itu, saya bisa melihat adanya cerita dari lagu. Ada cerita yang bisa dilahirkan dari lagu itu, saya mulai bisa membayangkan suasananya seperti apa, tokohnya bagaimana, dan mengapa ketika dijadikan novel akan disuguhkan lirik lagu yang berbeda,” ungkap Piter.

Dengan kekuatan lirik itu, Piter pun fokus menulis soal kehidupan sosial masyarakat terpinggirkan. Fenomena itulah yang menurut Piter sangat sarat dilantunkan dalam lagu-lagu Iwan Fals. Berkat lirik itu, Piter pun bisa merasakan emosi-emosi seperti rasa bersalah pada orangtua, kesedihan, kekecewaan, kemarahan, dan ragam emosi lain yang sangat inspiratif sebagai karya novel.

Tatkala menguraikan latar belakang atas sejumlah lirik itu, Piter pun tak kuasa menahan haru saat membagikan pengalaman atas lirik tersebut. Dia pun mengambil fokus utama membahas dinamika hidup masyarakat kelas menengah bawah atau yang dia sebut kaum kusam.

Inspirasi itu digali lebih dalam oleh Piter dengan tema besar kesulitan hidup dan kemarahan orang yang tersingkirkan. Dia pun masih menimba inspirasi tambahan dari komik favoritnya, Naruto, dengan salah satu tokoh bernama Gara. Tokoh bernama Gara inilah yang dia adaptasi sebagai salah satu tokoh sentral dari novel ini. Tokoh sentral lain yang dihadirkan adalah Saguna, ayah dari Gara, lalu Gayatri sebagai ibunya Gara, dan Garnis yang menjadi kekasih Gara.

Guna memperkaya isi novel, Piter pun masih melakukan riset dan penelusuran latar belakang sosial, ekonomi, politik dalam karya Air Mata Api. Berbasis lirik lagu, dia pun merangkai konteks sejarah sosial, ekonomi, politik, sebagai latar belakang dari tiap tokoh. Misalnya saja, tokoh Juki, sahabat karib Saguna, salah satu anak dari korban ketidakadilan dan fitnah G30S yang menimpa banyak petani di pedesaan.

resensi mata air api terinspirasi dari iwan fals

Proses penulisan novel Air Mata Api juga sangat berliku dan memakan waktu sekitar 5 tahun. Novel ini pun akhirnya selesai dengan pembagian 12 bab dari 12 lirik lagu yang berbeda. Setiap baik dituliskan pada awal bab sebagai metode refleksi sebelum tenggelam dalam alur cerita.

“Saya bahkan masih punya simpanan beberapa lagu yang rencananya mau menjadi inspirasi lanjutan menulis novel berikutnya dari Air Mata Api,” ungkap Piter.

Proses kreatif yang panjang diakui Piter cukup menguras tenaga. Untung saja, berkat seorang sahabat, Andri alias Didi, Piter menerima banyak masukan hingga bisa menyelaraskan dan menyelesaikan novel tersebut.

“Beberapa kali dalam proses saya stagnan, lalu saya teralihkan menulis novel yang lain. Lalu saya sering koreksi diri, membangun mood dan komitmen dengan membayangkan novel ini harus selesai dulu. Jadi ya, proses up and down ini memang ada tetapi saya tetap mencoba terpacu menyelesaikan,” terangnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

novel iwan fals resensi buku
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

BisnisRegional

To top