Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kendalikan Gaya Hidup Demi Dana Pendidikan Anak

Untuk menyusun dana pendidikan anak dan dana darurat, maka Anda bisa mengendalikan gaya hidup dan mengoptimalkan produk investasi.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 25 Juli 2020  |  18:20 WIB
ilustrasi - bisnis.com
ilustrasi - bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA -- Memasuki tahun ajaran baru di tengah pandemi Covid-19 yang penuh ketidakpastian membawa kecemasan bagi para orangtua dalam mengelola dana pendidikan anak. 

Sepanjang pandemi Covid-19 perekonomian anjlok cukup parah dan membuat masyarakat banyak yang mengalami penurunan pendapatan. Segala upaya pun dilakukan untuk mengisi kembali pundi-pundi tersebut.

Dalam suasana yang penuh ketidakpastian tersebut, banyak pengelola keuangan yang sudah memberikan tips melakukan distribusi keuangan untuk dana darurat. Tak tanggung-tanggung, pengelolaan dana darurat ini harus dibuat secara rinci sesuai jumlah anggota keluarga dengan tujuan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Lantas bagaimana dengan investasi jangka panjang dengan tujuan utama dana pendidikan anak?

Founder dan CEO Finansialku.com, Melvin Mumpuni mengatakan dana darurat bertujuan untuk mendanai keadaan tak terduga misalnya untuk membiayai kelahiran atau sakit tertentu.

Kondisi krisis yang menggerus pendapatan membuat masyarakat mulai bergerilya mengisi kantong keuangan selama masa pandemi. Salah satunya dengan inovasi dan usaha. Cara lain yang dilakukan juga dengan melakukan penghematan dalam pengeluaran dengan mengubah lifestyle.

Dua strategi ini menurut Melvin sangat penting karena melalui pengelolaan dana yang tepat, seseorang bisa menyusun alokasi dana ke sektor yang lebih tepat. Misalnya dengan menabung lebih banyak untuk persiapan dana pendidikan anak. Dia menyatakan perencanaan keuangan dana darurat termasuk dana pendidikan anak jauh lebih penting saat ini ketimbang melakukan investasi.

“Perencanaan keuangan itu sulit, namun akan lebih sulit lagi jika tidak ada keuangan yang direncanakan. Orang tak investasi tidak miskin, sementara kalau orang tak punya dana darurat ujung-ujungnya berhutang,” jelas Melvin dikutip, Sabtu (25/7/2020).

Senada dengan Melvin, Vice President Mass Funding Bank BRI Kicky Andrie Devata juga menambahkan, selama masa pandemi masyarakat harus mampu bisa mengalokasikan dan manajemen keuangan dengan baik. Dia menilai cara paling tepat adalah dengan mengubah gaya hidup, atau cara lain dengan mencari.

“Kalau tidak bisa ubah lifestyle kita harus cari sumber pendapatan lain. Misalnya dulu masker sekarang mungkin juga face shield, lalu frozen food. Sehingga side income bisa tetap membuat menjaga lifestyle dan keuangan tetap sehat. Intinya jangan korbankan keuangan kita yang utama,” kata Kicky.

Sebelumnya Mike Rini, CFP CFEI Financial Planner menyatakan selama masa pandemi ada pengeluaran lain yang membengkak selama masa karantina di rumah sampai saat normal baru ini. Beberapa di antaranya yakni biaya listrik, pulsa, hingga biaya makanan dan minuman termasuk biaya belanja secara online. Kondisi ini yang memberi tantangan dalam perencanaan keuangan keluarga terutama dalam menyusun tabungan dana pendidikan anak.

Dia pun menegaskan dalam menyusun dana pendidikan anak selain dari alokasi dana darurat, Anda masih bisa memanfaatkan sejumlah produk investasi yang juga sangat banyak jenisnya. Mike menyebut produk investasi untuk dana pendidikan sebenarnya tidak terbatas pada reksadana, saham, maupun tabungan.

Dia menyebut ada beberapa jenis investasi lain dengan imbal hasil rendah, bunga flat, dan aman bagi Anda yang masih butuh kepastian dan kenyamanan melalui masa pandemi ini.

Misalnya saja, deposito. Dia juga menyebut investasi lain yang masih cukup baik jadi opsi adalah emas dengan pengaturan rencana, tujuan, dan pemakaian yang tepat.

“Jadi kalau mau investasi tujuannya harus jelas, misalnya dana pendidikan, barulah Anda memilih produk investasi. Sebab tidak semua produk investasi itu cocok untuk membiayai pendidikan,” kata Mike.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi investasi pendidikan
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top