Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Percepat Temukan Vaksin Corona, Indonesia Gandeng China, UEA dan Korsel

Jumlah penduduk Indonesia yang besar, menjadi penarik bagi negara-negara yang tengah meneliti vaksin, untuk menjalin kerja sama dengan Tanah Air.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 25 Juli 2020  |  17:49 WIB
Calon vaksin virus Corona (Covid-19). - Shutterstock
Calon vaksin virus Corona (Covid-19). - Shutterstock

Bisnis.com, JAKARTA - Untuk mempercepat penemuan vaksin, maka Indonesia menggandeng China, Uni Emirat Arab (UEA) dan Korea Selatan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim bahwa penelitian dan inovasi dalam penanganan pandemi virus corona (Covid-19) sudah sangat maju, karena bekerja sama dengan beberapa negara. Dia mengungkapkan ada beberapa negara yang bekerja sama dengan Indonesia.

"Kenapa Indonesia? Ya, karena dianggap Indonesia ini negara yang sangat prospektif dengan jumlah penduduk 237 juta, pasar besar, kaya, dan seterusnya," ungkap Luhut dalam diskusi Investasi di Tengah Pandemi, Sabtu (25/7/2020).

Dia menyebutkan nama vaksin yang bekerja sama dengan Indonesia adalah Sinovac China, G42 UAE- Sinopharm China, CEPI, GeneXine Inc., Korea Selatan.

Luhut membeberkan bahwa vaksin virus corona sudah sampai di Indonesia. Namun, tidak diperdagangkan. Sebab, vaksin tersebut masih dalam fase uji klinis tahap ketiga.

Dia mengungkapkan fase uji klinis tahap ketiga masih dalam proses, dengan Kimia Farma. Luhut mengharapkan agar vaksin virus corona (Covid-19) bisa rampung paling lambat awal 2021.

"Pemerintah berharap akhir tahun ini atau paling lambat awal 2021, vaksin virus corona sudah bisa kita produksi," ungkapnya.

Dalam pemberitaan sebelumnya, sebanyak 2.400 vaksin virus corona dari Sinovac China sudah tiba di Indonesia dan segera masuk pada uji coba tahap 3 pada bulan depan. Vaksin virus corona Sinovac yang tiba di Indonesia tidak akan disalurkan ke masyarakat, karena masih dalam tahap uji klinis.

Kini vaksin tersebut masih membutuhkan beberapa tahapan lagi sebelum bisa dilakukan uji klinis pada Agustus 2020, seperti pengujian di dalam Laboratorium Bio Farma, dan beberapa perizinan lainnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china korea selatan vaksin uni emirat arab Virus Corona covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top