Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ibu Hamil Diimbau Hindari Kafein

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Profesor Jack James, dari Universitas Reykjavik di Islandia, melihat data dari 37 penelitian dan dalam 32 studi menemukan bahwa kafein secara signifikan meningkatkan risiko masalah seperti lahir meninggal dunia, keguguran, dan berat lahir rendah.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 26 Agustus 2020  |  09:17 WIB
Ilustrasi ibu hamil
Ilustrasi ibu hamil

Bisnis.com, JAKARTA - Bagi ibu hamil, banyak hal yang harus dihindari untuk menjaga kesehatan diri dan bayinya. Salah satunya membatasi konsumsi kafein.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Profesor Jack James, dari Universitas Reykjavik di Islandia, melihat data dari 37 penelitian dan dalam 32 studi menemukan bahwa kafein secara signifikan meningkatkan risiko masalah seperti lahir meninggal dunia, keguguran, dan berat lahir rendah.

Penelitian Profesor James juga menunjukkan peningkatan risiko leukemia akut pada masa kanak-kanak dan obesitas terkait dengan ibu yang mengonsumsi kafein selama kehamilan. "Secara khusus, bukti ilmiah kumulatif mendukung wanita hamil dan wanita yang mempertimbangkan kehamilan disarankan untuk menghindari kafein," ujarnya dilansir dari Metro UK, Rabu (26/8/2020).

Kendati demikian, beberapa ahli tidak setuju dengan temuan Profesor James. Daghni Rajasingham, konsultan kebidanan dan juru bicara Royal College of Obstetricians and Gynecologists, mengatakan temuan studi ini menambah bukti yang mendukung asupan kafein yang terbatas selama kehamilan, tetapi wanita hamil tidak perlu sepenuhnya menghentikan kafein. 

Dia menuturkan seperti catatan penelitian, kadar kafein yang tinggi selama kehamilan dapat menyebabkan keguguran dan bayi dengan berat lahir rendah dan dapat menyebabkan penambahan berat badan berlebih di tahun-tahun awal anak, yang dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan di kemudian hari. "Namun, seperti yang ditemukan oleh penelitian lain, wanita hamil tidak perlu menghentikan konsumsi kafein sepenuhnya karena risiko ini sangat kecil, bahkan jika batas kafein yang disarankan terlampaui," tuturnya.

The Royal College of Obstetricians and Gynecologists' menyarankan untuk membatasi asupan kafein hingga 200 miligram per hari atau setara dengan dua cangkir kopi instan. 

"Makalah ini tidak menggantikan semua bukti lain yang telah menemukan bahwa asupan kafein yang terbatas aman untuk sebagian besar wanita hamil," tambah Rajasingham. 

Profesor Andrew Shennan, profesor kebidanan di Kings College London, menunjukkan bahwa faktor risiko lain mungkin telah diabaikan dalam penelitian tersebut, dan mengatakan kepada BBC bahwa meskipun ada bahaya dalam mengonsumsi dosis tinggi kafein selama kehamilan, jumlah kecil seharusnya baik-baik saja. "Kafein telah ada dalam makanan manusia sejak lama," imbuhnya. 

Namun Shennan berpendapat sifat observasi dari data ini dengan bias yang melekat tidak menunjukkan dengan pasti bahwa dosis rendah kafein berbahaya, dan saran saat ini untuk menghindari kafein dosis tinggi tidak mungkin berubah.

NHS sebelumnya menyebut 200mg kafein dalam sehari aman bagi ibu hamil. Pasalnya kafein tidak hanya ada dalam kopi, tetapi juga dapat ditemukan dalam teh, coklat, minuman ringan, dan minuman energi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hamil kafein
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top