Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Masalah Umum yang Dihadapi Ibu Bekerja

Banyak kendala yang sebenarnya dialami ibu bekerja ini. Selain juga pandangan orang terhadap ibu bekerja, juga masalah pribadi yang harus dilewatinya.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 04 September 2020  |  16:04 WIB
Ilustrasi - Landmarkcreations
Ilustrasi - Landmarkcreations

Bisnis.com, JAKARTA -- Di jaman sekarang, banyak perempuan yang memilih bekerja di luar rumah selain pekerjaan utamanya sebagai ibu rumah tangga.

Banyak kendala yang sebenarnya dialami ibu bekerja ini. Selain juga pandangan orang terhadap ibu bekerja, juga masalah pribadi yang harus dilewatinya.

Dikutip dari Times of India, Jumat (4/6/2020), berikut beberapa tantangan umum yang dihadapi para ibu bekerja beserta beberapa cara untuk mengatasinya.

1. Ketidakmampuan untuk menjaga keseimbangan 

Bagi seorang ibu, bekerja penuh waktu bisa sangat melelahkan. Selain harus menangani pekerjaan profesionalnya, mereka juga harus mengurus pekerjaan rumah tangga dan mengasuh anaknya. Hal ini secara drastis memengaruhi keseimbangan kehidupan kerja mereka dan berdampak pada kesehatan emosional serta mental mereka.

2.Terus-menerus bergulat dengan rasa bersalah

Ibu benar-benar sejenis. Sedangkan sebagai individu memiliki cita-cita dan cita-cita, namun menurut norma masyarakat, sebagai ibu juga harus menjadi satu-satunya pengasuh dalam keluarga. Inilah sebabnya mengapa ada perasaan bersalah yang terus-menerus dan tak henti-hentinya tetap ada dalam hati nurani semua ibu, di mana jika mereka memilih karir mereka daripada rumah mereka, mereka ditempatkan pada posisi yang dipertanyakan.

3.Keretakan antara gairah dan kewajiban

Berani bermimpi dan ambisius adalah dua aspek sifat manusia. Namun mengingat seorang ibu yang bekerja juga harus memperhatikan kebutuhan keluarganya, selalu ada konflik mendasar antara apa yang diinginkan dan apa yang harus dilakukannya.

4.Prioritas dipertanyakan

Ada perbedaan besar antara cara kami memandang pekerja laki-laki dan perempuan yang bekerja. Sementara laki-laki selalu bekerja di ranah publik, rasa tanggung jawab mereka terhadap keluarga hanya terbatas pada peran pencari nafkah dan bukan peran perempuan sebagai pembuat rumah. Oleh karena itu, begitu perempuan memasuki dunia profesional, rasa komitmen mereka terhadap keluarga sering dipertanyakan dan prioritas mereka perlu segera ditetapkan.

5.Upaya tanpa henti untuk multitasking

Tantangan umum lainnya yang dihadapi oleh wanita pekerja adalah kebutuhan konstan untuk multitask. Apakah mereka bekerja di kantor atau dari rumah, mereka harus terus-menerus mengatur waktu antara kehidupan pribadi dan profesional mereka.

6.Tidak ada waktu untuk Diri Sendiri

Seorang wanita yang bekerja, saat menjalankan peran sebagai ibu dan seorang profesional, lupa untuk menginvestasikan waktu untuk dirinya sendiri. Tidak ada waktu rekreasi bagi mereka, bahkan saat mereka sedang cuti kerja. Ini atau itu. Tidak ada waktu untuk diri sendiri.

- Kebutuhan untuk menjadi sempurna sepanjang waktu - Memang, wanita yang bekerja adalah representasi wanita super di zaman modern, namun, mereka tidak bisa selalu sempurna. Harapan masyarakat dan kebutuhan untuk menjadi sempurna setiap saat terkadang dapat sangat merugikan para ibu, terutama ibu yang juga bekerja.

Meskipun mungkin tampak sangat sulit untuk melepaskan diri dari masalah menjadi ibu yang bekerja sekaligus ibu penuh waktu, selalu ada solusi untuk mengatasi situasi ini dalam hidup. Karena itu, jika Anda seorang ibu yang bekerja dan menghadapi tantangan serupa, berikut beberapa cara untuk mengatasinya hanya dengan sedikit usaha ekstra.

- Atur dan rencanakan pekerjaan Anda untuk hari sebelumnya sehingga Anda dapat mengatur waktu Anda secara efisien.

- Pastikan untuk mengembangkan hubungan, di mana pasangan Anda atau suami Anda mengakui perannya sebagai orang tua juga dan melakukan upaya yang sama Anda lakukan dalam mengurus keluarga.

- Jaga hubungan baik dengan kerabat dan saudara Anda sehingga Anda dapat mendekati mereka dengan mudah di saat-saat darurat.

- Pastikan bahwa rekan kerja dan atasan Anda mengetahui pentingnya anak Anda dan keluarga Anda sehingga pada saat mendesak mereka memahami situasi Anda.

- Yang terpenting, Anda harus memahami nilai impian dan ambisi Anda sendiri. Meskipun menjadi ibu mungkin merupakan berkat terindah yang diketahui kaum wanita, tetapi itu pasti bukan akhir dari individualitas Anda.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

parenting Tips Karir
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top