Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasokan Darah Berkurang, GDDPI Gelar Acara Donor Darah

Pandemi virus corona (Covid-19) berdampak pada kegiatan donor darah yang dilakukan berbagai komunitas, nyaris tidak berjalan.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 05 September 2020  |  13:18 WIB
PMI menunjukkan pasokan darah yang terbatas./ANTARA FOTO - Dedhez Anggara
PMI menunjukkan pasokan darah yang terbatas./ANTARA FOTO - Dedhez Anggara

Bisnis.com, JAKARTA--Gerakan Donor Darah Perempuan Indonesia (GDDPI) menggelar acara donor darah yang melibatkan berbagai organisasi perempuan, bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI). 

Acara ini diadakan untuk memenuhi kebutuhan yang terus meningkat di masa pandemi akibat Covid-19, sementara pasokan darah cenderung menurun.

“Kita harus upayakan agar kebutuhan vital untuk menjaga kesehatan ini dapat tercukupi. Salah satunya dengan menggerakkan para pendonor yang sempat berkurang karena khawatir situasi pandemi,” kata Shinta Omar, Ketua Umum Pertiwi Indonesia usai penandatanganan deklarasi GDDPI oleh para pimpinan organisasi yang terlibat di Jakarta Selatan, Sabtu (5/9/2020)

Shinta menuturkan GDDPI akan menyelenggarakan kegiatan donor darah di Jakarta 3 bulan sekali. Tidak hanya Jakarta, pihaknya juga akan merambah daerah-daerah lain di Indonesia. 

Kondisi yang berkembang saat ini, ujarnya, memang membatasi gerak masyarakat. Kantor dan area publik banyak yang tutup sementara orang-orang juga tidak berani ke luar rumah karena merasa tidak aman dan tidak nyaman. 

Akibatnya, kegiatan donor darah yang selama ini diadakan melalui berbagai komunitas, nyaris tidak berjalan.

“Pendonor banyak yang khawatir tertular Covid-19 saat menyumbangkan darah. Namun kami mengupayakan semaksimal mungkin penerapan protokol kesehatan di masa pandemi ini seperti pengecekan suhu tubuh, penggunaan masker dan jaga jarak. Bahkan alas velbed akan disemprot disinfektan setiap kali pergantian peserta donor. Antar velbed pun dipasang sekat pembatas,” ujar Shinta.

Dia menambahkan bahwa darah juga akan dicek sebelum diberikan kepada yang membutuhkan.

Sebagai salah satu protokol keamanan, para pendonor mendaftar melalui aplikasi online, atau menghubungi panitia melalui nomor telepon yang sudah diumumkan sebelumnya. 

Walaupun terpaksa mendaftar di lokasi, lanjutnya tersedia mekanisme khusus dengan standar keamanan tinggi. Semua peserta juga diwajibkan mengisi data menyangkut kesehatan mereka, yang mencakup 40 pertanyaan

Dalam siaran pers yang sama, Linda Lukitari Waseso, Ketua Bidang Unit Donor Darah, Pengurus Pusat PMI, mengungkapkan pasokan darah dari pendonor mulai menurun drastis sejak pandemi Covid-19 melanda.

Berbagai kegiatan donor darah  dibatalkan karena kekhawatiran tertular virus Corona.

“Dalam situasi normal sebelum pandemi, ketersediaan darah bisa untuk empat hari, saat ini hanya bisa satu sampai dua hari saja,” kata Linda.

Dia menambahkan bahwa kekurangan stok darah sekitar 20%-50% terjadi di daerah episentrum Covid-19 seperti DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat. 

Meskipun begitu, lanjutnya masyarakat tidak perlu khawatir karena PMI memiliki sistem regional yang saling mendukung.

Dengan cara itu, ketersediaan darah di daerah yang kekurangan terutama untuk penderita demam berdarah, kanker, thalasemia, trauma dan kebutuhan rutin Rumah Sakit dapat terpenuhi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

donor darah pandemi corona
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top