Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pembuluh Darah yang Sehat, Bisa Lindungi Anak dari Infeksi Virus Corona

Peneliti mengatakan bahwa kondisi pembuluh darah anak-anak turut mempengaruhi kerentanan dari penularan virus corona (Covid-19).
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 12 Juni 2020  |  18:46 WIB
Pembuluh darah - Istimewa
Pembuluh darah - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Sejak wabah virus corona merebak, para ilmuwan telah berusaha mencari tahu mengapa anak-anak jauh lebih kecil kemungkinannya mengalami komplikasi parah akibat infeksi daripada orang dewasa.

Sekarang penelitian tersebut menunjukkan bahwa jawabannya mungkin terletak pada pembuluh darah anak-anak yang sehat.

Dilansir melalui nature.com, beberapa teori telah disampaikan untuk menjelaskan mengapa orang dewasa jauh lebih rentan terinfeksi dibandingkan dengan anak-anak.

Di samping kekebalan tubuh yang lebih kuat dan lebih efektif dalam melawan virus, peneliti mengatakan bahwa kondisi pembuluh darah anak-anak turut mempengaruhi kerentanan dari penularan penyakit ini.

Banyak orang dewasa dengan komplikasi Covid-19 yang serius mengalami pembekuan dalam pembuluh darah mereka, yang mengarah pada serangan jantung atau stroke.

"Penggumpalan tampaknya terkait dengan endotelium yang tidak berfungsi, jaringan halus yang melapisi pembuluh darah dan biasanya mencegah pembekuan," kata Frank Ruschitzka, seorang ahli jantung di University Hospital Zurich di Swiss, seperti dikutip melalui nature.com, Jumat (12/6).

Biasanya, gumpalan darah hanya terbentuk untuk menghentikan pendarahan dari cedera, tetapi jika endotelium rusak, gumpalan darah juga dapat terbentuk.

Ruschitzka dan rekannya telah menemukan bahwa SARS-CoV-2 dapat menginfeksi sel endotel, yang ditemukan di seluruh tubuh manusia.

Dalam sebuah penelitian terhadap tiga orang pasien Covid-19, dua di antaranya meninggal, tim Ruschitzka menemukan bahwa SARS-CoV-2 telah menginfeksi endotel pasien dan menyebabkan peradangan dan tanda-tanda pembekuan.

Ini hanya penelitian berskala kecil sehingga komplikasi seperti itu perlu diselidiki lebih lanjut, tetapi masalah dengan endotelium tampaknya terlibat dalam sebagian besar kasus Covid-19 yang berkembang menjadi penyakit parah atau fatal pada orang dewasa, katanya.

"Teori ini juga dapat menjelaskan mengapa orang dengan kondisi yang membahayakan endotelium, seperti diabetes dan hipertensi, berada pada risiko lebih besar mengalami komplikasi Covid-19 yang serius," kata Marcel Levi, ahli hematologi di University College Hospital di London.

Menurut Paul Monagle, hematologis pediatrik di Melbourne Children's Campus, endothelium biasanya dalam kondisi yang jauh lebih baik pada anak-anak daripada orang dewasa. Endothelium anak sudah terbentuk dengan sempurna dan kemudian berubah seiring bertambahnya usia.

Jumlah anak-anak yang terinfeksi Covid-19 hanya mewakili sebagian kecil dari total pasien.

Sebuah survei besar oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS di Atlanta, Georgia, menemukan bahwa anak-anak berusia 17 tahun ke bawah, yang merupakan 22 persen dari populasi AS, berkontribusi kurang dari 2% terhadap infeksi Covid-19 yang dikonfirmasi di seluruh Amerika Serikat.

Adapun, dari 2.572 anak yang disertakan dalam survei, hanya 5,7 persen yang pergi ke rumah sakit dan hanya tiga yang meninggal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anak Virus Corona Pembuluh Darah
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top