Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

China Pamerkan Dua Vaksin Virus Corona ke Publik

China telah memamerkan dua vaksin virus corona (Covid-19) dalam acara pemeran perdagangan.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 08 September 2020  |  09:13 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19. - Antara
Ilustrasi vaksin Covid-19. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - China telah memamerkan vaksin virus corona (Covid-19) buatan sendiri untuk pertama kalinya yakni Sinovac dan Sinopharm.

China, tepatnya di Wuhan telah menjadi negara asal tempat pandemi virus corona. Negara yang dijuluki dengan Tirai Bambu ini juga sangat bersemangat untuk mengakhiri pandemi dengan mempercepat proses pembuatan vaksin Covid-19.

Dua vaksin Covid-19 yang dipamerkan oleh China diproduksi oleh perusahaan China Sinovac Biotech dan Sinopharm. Pameran  tersebut dilakukan di pameran perdagangan Beijing minggu ini.

Mengutip dari AFP, Selasa (8/9/2020), perwakilan Sinovac mengatakan bahwa perusahaannya telah "menyelesaikan pembangunan pabrik vaksin" yang mampu memproduksi 300 juta dosis setahun.

Pada hari Senin, orang-orang di pameran perdagangan berkerumun di sekitar stan yang menunjukkan vaksin yang berpotensi mengubah pandemi. China mengharapkan vaksin Covid-19 yang dipamerkan bisa menangani pandemi, khususnya dari kritik asing.

Saat ini, media dan pejabat pemerintah menekankan akan kebangkitan Wuhan, kota di China tempat munculnya patogen mematikan, yang sukses melawan virus.

China juga menggembar-gemborkan kemajuan dalam vaksin domestik, sebagai tanda kepemimpinan dan ketahanan Tiongkok dalam menghadapi ancaman kesehatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.  Ancaman kesehatan ini juga telah menghantam ekonomi global.

Pada Mei 2020, Presiden Xi Jinping berjanji untuk membuat vaksin potensial yang dikembangkan oleh China menjadi produk publik secara global.

Vaksin potensial yang dipamerkan, telah memasuki uji coba  fase 3, dari 10 vaksin di seluruh dunia yang memiliki perkembangan bagus. Vaksin ini menjadi harapan untuk memulai ekonomi yang terpukul.

Sinopharm mengatakan pihaknya mengantisipasi antibodi dari tusukannya untuk bertahan antara satu dan tiga tahun - meskipun hasil akhirnya hanya akan diketahui setelah uji coba.

Tabloid nasionalistik China, Global Times, bulan lalu melaporkan bahwa "harga vaksin tidak akan tinggi". Setiap dua dosis vaksin virus corona sekitar 1.000 yuan atau US$146. Ketua Sinopharm mengaku kepada media bahwa dia telah disuntik dengan salah satu kandidat vaksin.

Kantor berita resmi China Xinhua melaporkan Senin bahwa kandidat vaksin lain, yang dikembangkan oleh ilmuwan militer China, dapat mengatasi mutasi pada virus corona. Pada bulan lalu, setidaknya ada 5,7 miliar dosis vaksin yang dipesan untuk mengobati pandemi ke seluruh penduduk bumi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china vaksin Virus Corona covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top