Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perilaku 3M Belum Cukup Tangkal Covid-19, Ini Saran Ahli Gizi

Dokter Spesialis Gizi menyarankan masyarakat untuk berupaya menjaga kesehatan tubuh selain tetap menerapkan protokol kesehatan 3M yang sudah dikampanyekan.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 29 September 2020  |  08:31 WIB
Proses penyiapan makanan bergizi dan higienis untuk tim medis virus corona (COVID-19). - Antara
Proses penyiapan makanan bergizi dan higienis untuk tim medis virus corona (COVID-19). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Daya tahan tubuh dan pola asupan makanan menjadi kunci pencegahan penularan virus Covid-19 selain tetap melaksanakan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak (3M) dari pemerintah.

Dokter Spesialis Gizi Klinik Cindiawaty Pudjiadi mengatakan budaya mencuci tangan sangat penting saat ini, sehingga penyediaan tempat cuci tangan dan pembersih tangan (hand sanitizer) menjadi wajib, terutama di fasilitas angkutan umum.

"Selain kampanye 3M yang sudah disampaikan oleh pemerintah dan berbagai pihak selama ini, saya juga mengingatkan pentingnya menjaga daya tahan tubuh melalui menjaga pola makan dan memenuhi kebutuhan tubuh," kata Cindy dalam webinar, Senin (29/9/2020).

Dia menuturkan hingga saat ini belum ada obat dan vaksin juga masih dalam proses, sehingga diperlukan upaya untuk menjaga kesehatan tubuh sendiri. Upaya tersebut antara lain, dengan makanan bergizi lengkap seimbang, membatasi gula, makan gorengan, minum 2 liter per hari, berjemur, dan berolahraga.

Pihaknya juga menilai selama ini protokol kesehatan sudah berjalan dengan baik di angkutan umum, melalui kewajiban penggunaan masker, menjaga jarak, serta penyediaan fasilitas cuci tangan.

"Protokol kesehatan sudah berjalan dalam angkutan umum, mungkin perlu ditambah pemakaian face shield akan membantu. Dari daerah muka dan mata kita terlindungi lebih baik," ujarnya.

Lebih lanjut, jika face shield digunakan oleh seluruh pengguna angkutan umum, kecenderungan pengguna untuk menggosok mata atau menyentuh wajah menjadi lebih rendah karena lebih sulit menyentuh wajah. Dengan demikian, potensi risiko penularan semakin berkurang.

Penggunaan face shield perlu dilakukan di angkutan massal seperti kereta rel listrik (KRL), Transjakarta (TJ), Moda Raya Terpadu (MRT), Lintas Rel Terpadu (LRT) hingga JR Connexion dan bus Transjabodetabek.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesehatan Virus Corona
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top