Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Peneliti Ungkap Vitamin D Cegah Komplikasi Pasien Covid-19

Penelitian yang dilakukan di AS menemukan bahwa pasien dengan tingkat vitamin D yang cukup tidak terlalu rentan terhadap komplikasi serius yang dapat berakibat fatal. Terlebih lagi, penelitian lain menemukan vitamin sinar matahari juga mengurangi tingkat infeksi.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 29 September 2020  |  14:23 WIB
Ilustrasi berjemur di bawah matahari - istimewa
Ilustrasi berjemur di bawah matahari - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Vitamin D ternyata bukan hanya meningkatkan imunitas. Penelitian terbaru menunjukkan vitamin alami yang didapat dari sinar matahari ini mampu mengatasi virus corona.

Penelitian yang dilakukan di AS menemukan bahwa pasien dengan tingkat vitamin D yang cukup tidak terlalu rentan terhadap komplikasi serius yang dapat berakibat fatal. Terlebih lagi, penelitian lain menemukan vitamin sinar matahari juga mengurangi tingkat infeksi.

Penelitian dari sekolah kedokteran Universitas Boston menemukan bahwa kadar vitamin D yang cukup dikaitkan dengan penurunan penanda inflamasi secara signifikan, dan tingkat sel kekebalan darah yang lebih tinggi. Secara signifikan, tingkat limfosit yang lebih tinggi terkait dengan penurunan badai sitokin. Badai sitokin adalah reaksi berlebihan dari sistem kekebalan tubuh dan dapat memicu komplikasi yang fatal.

Untuk mengumpulkan temuan mereka, para peneliti mengambil sampel darah untuk mengukur kadar vitamin D dari 235 pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit. Pasien-pasien ini dipantau untuk mengetahui hasil klinis termasuk tingkat keparahan infeksi mereka, apakah mereka kehilangan kesadaran, jika mereka mengalami kesulitan bernapas hingga menjadi hipoksia, atau jika mereka meninggal.

Pada pasien yang berusia lebih dari 40 tahun, mereka yang memiliki tingkat vitamin D yang cukup, lebih dari 51 persen lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal dibandingkan pasien yang kekurangan.

Menurut Dr Michael Holick, yang baru-baru ini menerbitkan studi lain menemukan bahwa vitamin D yang cukup dapat mengurangi risiko tertular virus corona hingga 54 persen, vitamin tersebut juga dapat membantu melawan virus lain yang memengaruhi saluran pernapasan bagian atas.

“Ada kekhawatiran besar bahwa kombinasi infeksi influenza dan infeksi virus corona secara substansial dapat meningkatkan rawat inap dan kematian akibat komplikasi dari infeksi virus ini,” kata Dr Holick dilansir dari Express UK, Selasa (29/9/2020).

Dia menambahkan karena kekurangan vitamin D begitu meluas pada anak-anak dan orang dewasa di AS dan di seluruh dunia, terutama di musim dingin, disarankan bagi setiap orang untuk mengonsumsi suplemen vitamin D untuk mengurangi risiko terinfeksi dan mengalami komplikasi dari Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona vitamin d
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top