Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

5 Cara Meminta Maaf Agar Terlihat Tulus

Beri waktu dan minta maaf beberapa hari kemudian. Itu akan membuat mereka menyadari bagaimana memaknai kata permintaan maaf di masa lalu.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 10 November 2020  |  06:25 WIB
Meminta maaf
Meminta maaf

Bisnis.com, JAKARTA - Setiap orang membuat kesalahan dan itu alami. Faktanya, selalu ada pelajaran dibalik kesalahan.

Tetapi beberapa kesalahan mengharuskan Anda untuk membuat permintaan maaf. Masalahnya, jika permintaan maaf tidak dilakukan dengan benar, itu bisa menjadi bumerang.

Beberapa permintaan maaf dapat membuat orang lain merasa tidak percaya, tidak tertarik, atau bahkan kesal. Oleh karena itu, cobalah lima bahasa permintaan maaf terasa tulus berikut ini seperti dilansir dari Times of India, Senin (9/11/2020):

1. Ekspresikan penyesalan

Ketika Anda menyadari bahwa Anda telah melakukan sesuatu yang membuat Anda merasa buruk, "Saya merasa tidak enak" hanyalah inti dari apa yang ingin Anda katakan kepada orang lain.

Sesuatu yang sederhana seperti, "Maaf, ini terjadi" dapat menghasilkan keajaiban. Jelaskan secara spesifik tentang apa yang Anda minta maaf lalu akhiri kalimat Anda dengan kata "Maaf".

2. Terima tanggung jawab

Yang ini lebih seperti perpanjangan dari yang sebelumnya. Ketika Anda menyadari bahwa Anda melakukan kesalahan, Anda merasa buruk tentang hal itu tetapi Anda memiliki tanggung jawab khusus di dalamnya. Bertanggung jawab atas tindakan Anda dan tunjukkan kepada orang lain.

Buatlah agar Anda terdengar seperti Anda yang benar-benar memiliki situasi dan juga permintaan maafnya. Hindari mengalihkan beban pelanggaran kepada orang lain dengan mengatakan sesuatu seperti "Maaf, Anda merasa seperti itu". Itu hanya defleksi dan itu tidak keren.

3. Lakukan restitusi

Bahasa permintaan maaf ini mendorong Anda untuk tidak merasa menyesal dan bertanggung jawab karena mengetahui bahwa Anda perlu memperbaiki keadaan.

Dalam beberapa situasi, permintaan maaf tidak terasa cukup. Taruhannya terlalu tinggi dan Anda ingin memperbaiki keadaan antara Anda dan orang lain. Jadi, setelah Anda membuat permintaan maaf, tekankan bagaimana Anda ingin memperbaikinya untuk orang lain dan kerjakan sampai Anda berdua sama-sama puas dengan hasilnya.

4. Pertobatan yang tulus

Bahasa permintaan maaf ini tidak hanya tentang meminta maaf tetapi juga bertanggung jawab untuk mencegah kesalahan yang sama terjadi lagi. Ini tentang mengambil kepemilikan dan berkomitmen untuk mengubah perilaku Anda atas situasi tersebut. Sesuatu seperti, "Maaf, saya tidak membalas email Anda karena saya kewalahan.

Tapi itu bukan alasan, saya bisa saja meminta bantuan. Saya bertanggung jawab atas hal ini dan saya akan memasang pengingat untuk memeriksa email Anda untuk selanjutnya agar saya tidak pernah melewatkannya." Permintaan maaf dengan cara ini meyakinkan orang lain bahwa Anda tidak akan mengulangi kesalahan Anda lagi.

5. Minta maaf

Anda mengatakan semua yang Anda katakan. Bagian-bagian yang terluka dari situasi itu mendapat perhatian yang dibutuhkannya. Tetapi sekarang ada sesuatu yang Anda butuhkan dari orang lain kali ini, dan itu adalah pengampunan. Mereka mungkin menyangkalnya dan mungkin perlu waktu untuk memikirkannya.

Jadi beri mereka waktu dan minta maaf beberapa hari kemudian. Itu akan membuat mereka menyadari bagaimana Anda memaknai setiap kata permintaan maaf Anda di masa lalu dan mereka pada akhirnya akan datang dan memaafkan Anda.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

minta maaf maaf tips bahagia
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top