Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Anthony Fauci Pastikan Vaksin Covid-19 Pfizer dan Moderna Aman

Fauci menyebut sebuah badan independen dari orang-orang yang tidak memiliki kesetiaan kepada siapa pun, tidak kepada administrasi, tidak kepadanya maupun perusahaan vaksin adalah orang-orang yang pertama kali meninjau data dari uji klinis tahap akhir vaksin tersebut. "Mereka adalah orang-orang yang menganggapnya sehat," imbuhnya
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 20 November 2020  |  12:13 WIB
Anthony Fauci - istimewa
Anthony Fauci - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular Amerika Serikat, Anthony Fauci memastikan vaksin moderna dan pfizer aman walaupun prosesnya berlangsung cepat. 

"Itu adalah cerminan dari kemajuan ilmiah luar biasa dalam jenis vaksin ini yang memungkinkan kami melakukan berbagai hal dalam beberapa bulan yang sebenarnya memakan waktu bertahun-tahun sebelumnya. Saya benar-benar ingin menyelesaikan kekhawatiran orang-orang tentang itu," ujarnya seperti dilansir dari Live Science, Jumat (20/11/2020).

Fauci menyebut sebuah badan independen dari orang-orang yang tidak memiliki kesetiaan kepada siapa pun, tidak kepada administrasi, tidak kepadanya maupun perusahaan vaksin adalah orang-orang yang pertama kali meninjau data dari uji klinis tahap akhir vaksin tersebut. "Mereka adalah orang-orang yang menganggapnya sehat," imbuhnya

Perusahaan dari vaksin yang diklaim 95 persen efektif dalam mencegah Covid-19 ini katanya akan segera mengajukan Emergency Use Authorization (EUA) kepada Food and Drug Administration (FDA). FDA kemudian akan memeriksa data dengan sangat hati-hati, dengan bantuan dari The Vaccine and Related Biological Products Advisory Committee sebelum membuat keputusan untuk memberikan EUA dan akhirnya memberikan lisensi.

"Jadi kita perlu mengesampingkan konsep apa pun bahwa ini dilakukan dengan terburu-buru dalam cara yang tidak tepat. Ini benar-benar solid," tegas Fauci.

Survei sebelumnya menunjukkan bahwa sebanyak setengah orang di AS tidak mempercayai vaksin Covid-19, yang sebagian disebabkan oleh komunikasi yang dipolitisasi di sekitar mereka. Tetapi jajak pendapat Gallup baru yang dirilis pada Selasa, 17 November menunjukkan bahwa lebih banyak orang Amerika, sekitar 58 persen, mengatakan mereka sekarang bersedia mendapatkan vaksin Covid-19.

"Kemanjuran yang mengesankan dari vaksin ini harus memotivasi individu untuk menyadari bahwa ini adalah sesuatu yang ingin Anda ikuti," kata Fauci.

Analisis akhir vaksin Pfizer menunjukkan bahwa vaksin itu 95 persen efektif dalam mencegah Covid-19 dan analisis awal Moderna menunjukkan bahwa vaksin itu 94,5 persen efektif dalam mencegah Covid-19.

FDA mensyaratkan bahwa vaksin setidaknya 50% efektif, menurut panduan terbaru. Sebagai perbandingan, dua dosis vaksin campak sekitar 97% efektif, dan vaksin flu berkisar dari sekitar 40 persen hingga 60 persen efektif. 

"Bantuan sedang dalam perjalanan. Tapi kita benar-benar perlu melipatgandakan langkah-langkah kesehatan masyarakat saat kita menunggu bantuan itu datang," tutur Fauci.

Itu katanya berarti orang harus meningkatkan langkah-langkah kesehatan masyarakat seperti memakai masker, menjaga jarak sosial, menghindari pengaturan berkumpul dan memilih untuk bertemu orang-orang di luar daripada di dalam. 

Lebih lanjut Fauci menerangkan dosis pertama vaksin dapat diberikan pada akhir Desember kepada orang-orang dengan prioritas tinggi di AS. Sebelumnya, dia berharap akan ada dosis yang cukup pada April sehingga masyarakat AS, yang belum tentu berisiko tinggi, bisa mendapatkannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Vaksin Virus Corona Vaksin Covid-19
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top