Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Korea Selatan Amankan 25 Juta Dosis Vaksin Covid-19 dari AstraZeneca

Thailand menandatangani kesepakatan US$ 200 juta untuk mendapatkan 26 juta dosis vaksin AstraZeneca yang dikembangkan bekerja sama dengan Universitas Oxford. Di Filipina, lebih dari 30 perusahaan menandatangani perjanjian untuk membeli setidaknya 2,6 juta dosis dari AstraZeneca,
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 01 Desember 2020  |  07:53 WIB
Vaksin Oxford dan AstraZeneca
Vaksin Oxford dan AstraZeneca

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Korea Selatan telah menandatangani perjanjian dengan AstraZeneca untuk mengamankan 25 juta dosis vaksin Covid-19.

Melansir The Korea Times pada Selasa (1/12/2020), hal tersebut diungkapkan oleh dua sumber pejabat pemerintah yang terlibat langsung dengan masalah tersebut mengatakan pada Senin (30/11/2020). Mereka juga menyebut bahwa SK Bioscience akan menangani pembuatan vaksin, yang dikenal sebagai AZD1222, untuk distribusi domestik.

Tidak disebutkan berapa nilai dari kesepakatan antara Pemerintah Korea Selatan dan AstraZeneca. Namun, sumber mengatakan nilanya mencapai jutaan dolar Amerika Serikat.

"Pemerintah setuju dengan AstraZeneca untuk mengamankan pasokan vaksin virus korona. Detail lainnya akan dirilis dalam minggu ini, pada tanggal sedini mungkin," katanya

Sumber itu mengatakan nilai kesepakatan itu akan setara dengan yang baru-baru ini ditandatangani oleh perusahaan farmasi dengan Thailand dan Filipina.

Thailand menandatangani kesepakatan US$ 200 juta untuk mendapatkan 26 juta dosis vaksin AstraZeneca yang dikembangkan bekerja sama dengan Universitas Oxford. Di Filipina, lebih dari 30 perusahaan menandatangani perjanjian untuk membeli setidaknya 2,6 juta dosis dari AstraZeneca,

AstraZeneca tidak bersedia untuk memberikan komentar terkait kesepakatan dengan Thailand dan Filipina.

Sumber lainnya mengatakan bahwa pemerintah berada dalam tahap akhir untuk memperbaiki beberapa masalah seperti jumlah vaksin yang dijamin dan pembayaran total, karena anggota parlemen yang berkuasa dan oposisi sedang merundingkan jumlah paket pendanaan bantuan darurat Covif-19 ketiga dan apa yang harus dicakupnya.

"Kementerian kesehatan akan mengambil peran sentral - pejabat pemerintah dan ahli kesehatan berada di jalur yang tepat untuk mempersempit pandangan mereka mengenai harga dan volume pasokan," kata sumber, menambahkan bahwa para pejabat sedang bekerja tentang bagaimana memprioritaskan penerima vaksin.

Perdana Menteri Chung Sye-kyun mengatakan Korea berada dalam fase kritis setelah infeksi Covid-19 harian baru melonjak di atas ambang batas 400. Chung mengatakan kepada publik bahwa pemerintah akan mengamankan 30 juta dosis vaksin, meskipun anggota parlemen partai yang berkuasa meminta lembaga terkait untuk mendapatkan lebih banyak vaksin.

Pada catatan terkait, AstraZeneca menandatangani kesepakatan dengan SK Bioscience Korea yang tidak terdaftar untuk memproduksi produk vaksinnya. Kolaborasi tersebut meminta afiliasi SK untuk memproduksi AZD1222 untuk pasar lokal dan global.

Konstituen obat sekarang diproduksi di fasilitas manufaktur vaksin SK di Andong, 270 kilometer tenggara Seoul dengan kontraktor lokal SK menangani distribusi internasional, menurut SK Bioscience.

AZD1222, hasil kolaborasi antara Oxford University dan AstraZeneca, menarik perhatian di seluruh dunia karena merupakan bahan vaksin pertama yang diberi izin untuk melakukan uji klinis Fase 3.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korea selatan Virus Corona Vaksin Covid-19 AstraZeneca
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top