Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jutaan Cerpelai Terinfeksi di Denmark akan Dibakar, Setelah ‘Bangkit dari Kubur’

Sebelumnya, sekitar 15 juta ekor cerpelai telah dimusnahkan atas arahan pejabat pemerintah setempat guna menurunkan risiko penularan virus corona, yang pada cerpelai ditemukan adanya varian baru dan telah menginfeksi manusia.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 23 Desember 2020  |  08:02 WIB
Cerpelai
Cerpelai

Bisnis.com, JAKARTA – Jutaan bangkai cerpelai atau mink di Denmark akan digali dari situs pemakaman massal dan dibakar di tempat pembakaran sampah, setelah bangkai hewan itu muncul ke permukaan dan menimbulkan kekhawatiran masalah kesehatan.

Sebelumnya, sekitar 15 juta ekor cerpelai telah dimusnahkan atas arahan pejabat pemerintah setempat guna menurunkan risiko penularan virus corona, yang pada cerpelai ditemukan adanya varian baru dan telah menginfeksi manusia.

Akan tetapi, sekitar 4 juta cerpelai yang dikubur secara tergesa-gesa muncul kembali dari tanah berpasir. Diketahui bahwa gas dari proses pembusukan dari penguburan hewan itu mendorong cerpelai keluar dari tanah dan naik ke permukaan.

Gambar mayat cerpelai yang terlihat terkubur sebagai bagian dari upaya pemusnahan virus corona di Denmark menjadi viral di media sosial Twitter. Hal ini mendorong upaya pemakaman kembali oleh polisi, tetapi mayat-mayat itu kini akan dibakar untuk menghindari kemungkinan terjadinya hal berulang.

Dilansir dari Express UK, Rabu (23/12) Kementerian Pangan dan Pertanian Denmark telah mendapat dukungan untuk menggali kembali cerpelai itu. Mereka menyatakan setelah cerpelai tidak lagi terkontaminasi, mereka akan diangkut ke fasilitas pembakaran.

“Cerpelai akan diangkut ke fasilitas pembakaran, di mana mereka akan dibakar sebagai limbah komersial. Dengan cara ini, kami menghindari cerpelai diperlakukan sebagai limbah biologis berbahaya, solusi yang belum pernah digunakan sebelumnya,” kata kementerian dalam sebuah pernyataan.

Denmark dilaporkan telah melarang sementara penangkaran cerpelai hingga 2022. Kare Molbak, direktur Staten Serum Institute mengatakan kepada Reuters bahwa skenario kasus terburuk bila hal itu tidak dilakukan adalah munculnya pandemi baru yang dimulai dari Denmark.

Sementara itu, Thomas Kristensen, juru bicara Kepolisian Denmark mengatakan bahwa upaya pemakaman cerpelai diperlukan. Dia melanjutkan petugas wilayah Jutlandia Barat Denmark menyembunyikan mayat yang berada di lubang setinggi tiga kaki.

“Saat tubuh [cerpelai] membusuk, gas dapat terbentuk. Ini menyebabkan semuanya berkembang sedikit demi sedikit. Dengan cara ini, dalam kasus terburuk, cerpelai akan terdorong keluar dari tanah,” katanya.

Adapun, pemerintah Denmark mengakui tidak ada dasar hukum untuk pemusnahan massal tersebut. Perdana Menteri Mette Frederiksen pada bulan lalu mengatakan kepada parlemen bahwa undang-undang terkait diperlukan.

“Bahkan jika kami terburu-buru, seharusnya sudah jelas bagi kami bahwa undang-undang baru diperlukan, tapi ternyata tidak demikian. Saya minta maaf untuk itu,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hewan Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top