Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cerpelai yang Kabur bisa Sebarkan Virus Corona ke Hewan Liar Lain

Sten Mortensen, manajer penelitian hewan di Danish Veterinary and Food Administration mengatakan setiap tahunnya beberapa ribu cerpelai melarikan diri. Diperkirakan sekitar 5 persen dari hewan tersebut mungkin telah terinfeksi SARS-CoV-2.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 01 Desember 2020  |  20:54 WIB
Cerpelai
Cerpelai

Bisnis.com, JAKARTA – Lebih dari 100 cerpelai yang terinfeksi virus corona baru mungkin telah melarikan diri dari peternakan di Denmark, para ahli khawatir kejadian ini meningkatkan risiko penyebaran virus ke hewan liar lain dan menciptakan reservoir baru.

Dilansir dari Live Science, Selasa (1/12) Sten Mortensen, manajer penelitian hewan di Danish Veterinary and Food Administration mengatakan setiap tahunnya beberapa ribu cerpelai melarikan diri. Diperkirakan sekitar 5 persen dari hewan tersebut mungkin telah terinfeksi SARS-CoV-2.

Setelah beberapa ratus peternakan melaporkan infeksi virus corona baru pada cerpelai mereka, pemerintah Denmark memerintahkan agar semua cerpelai di negara tersebut harus dimusnahkan, untuk mencegah penyebaran penyakit lebih lanjut.

Saat berada di cerpelai, virus tersebut menemukan mutasi genetik. Otoritas kesehatan Denmark menemukan virus mutan itu menyebar dari cerpelai ke manusia. Mereka khawatir jika virus mutan menyebar ke lebih banyak orang, hal itu berpotensi membuat vaksin menjadi kurang efektif.

Kendati, para ahli meragukan klaim tersebut karena tidak ada cukup bukti bahwa virus yang bermutasi akan kebal terhadap vaksin. Selain itu, pemerintah Denmark tidak dapat secara langsung dan hukum memerintahkan peternakan untuk memusnahkan hewan yang sehat.

Terlepas dari legalitas yang dipertanyakan, lebih dari 10 juta dari sekitar 17 juta cerpelai telah dimusnahkan. Tidak ada kasus dari virus mink yang muncul selama 2 minggu terakhir, tetapi pihak berwenang memperingatkan bahwa virus mungkin masih menyebar di alam liar.

Mortensen mengatakan secara umum cerpelai adalah hewan soliter sehingga risiko penyebaran virus ke hewan lain mungkin rendah. Hewan yang rentan seperti kucing liar dan anggota keluarga musang kemungkinan akan tertular virus dengan memakan cerpelai.

Marion Koopmans, kepala Viroscience di Rotterdam Erasmus University mengatakan jika dibiarkan menyebar tanda terkendali pada hewan liar, SARS-CoV-2 dapat terus berada pada spesies yang berbeda dan menimbulkan ancaman pandemi permanen bagi manusia dan hewan.

Selain itu, Joanne Santini, ahli mikrobiologi University College London mengatakan kepada The Guardian bahwa ada kemungkinan ketika virus beredar, dia akan dapat bermutasi untuk menginfeksi spesies hewan yang lebih luas daripada saat ini.

Adapun, sejumlah negara lain yang telah melaporkan kasus Covid-19 cerpelai antara lain Belanda, Spanyol, Swedia, dan Amerika Serikat. Negara-negara ini juga telah memerintahkan pemusnahan ribuan hewan peternakan tersebut.

Vaksin virus corona untuk cerpelai saat ini sedang dikembangkan di Amerika Serikat dalam upaya melindungi hewan dan industri peternakan cerpelan. Sementara sejumlah pihak menyarankan agar semua cerpelai harus dimusnahkan untuk mencegah penderitaan cerpelai dan menurunkan risiko pandemi di masa depan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

infeksi Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top