Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gara-gara Masalah Distribusi, Pengiriman Vaksin Uni Eropa Ditunda

Otoritas kesehatan Spanyol mengatakan telah menerima pesan dari perusahaan pengembang vaksin Amerika Serikat Pfizer yang merinci persoalan terkait penundaan pengiriman vaksin.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 29 Desember 2020  |  13:18 WIB
Vaksin Covid-19 buatan Pfizer. - Antara/Reuters
Vaksin Covid-19 buatan Pfizer. - Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Upaya vaksinasi virus corona baru di Uni Eropa mengalami hambatan karena masalah terkait distribusi vaksin yang tertunda akibat persoalan suhu yang memungkinkan penyimpanan dosis vaksin.

Dilansir dari Express UK, Selasa (29/12) otoritas kesehatan Spanyol mengatakan telah menerima pesan dari perusahaan pengembang vaksin Amerika Serikat Pfizer yang merinci persoalan terkait penundaan pengiriman vaksin.

Perusahaan mengatakan beberapa pengiriman vaksin harus tiba lebih lambat satu hari dari yang telah direncanakan karena masalah kontrol suhu. Kekhawatiran sebelumnya juga telah mengemuka tentang seberapa efektif vaksin Covid-19 Pfizer dapat diberikan ke seluruh dunia.

Pasalnya, setiap dosis harus disimpan pada suhu sekitar minus 70 derajat Celcius, yang berarti memerlukan penyimpanan dan proses pengangkutan khusus. Saat tiba di fasilitas kesehatan, vaksin dapat disimpan di lemari es antara dua dan delapan derajat, tetapi hanya hingga lima hari.

Sekarang, Pfizer mengatakan delapan negara di Eropa telah dilanda masalah transportasi sebagai akibatnya, kendati belum diketahui dengan pasti negara mana yang terimbas. Tetapi, Spanyol dan Jerman telah mengatakan mereka mengalami penundaan tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, Pfizer mengatakan karena masalah logistik kecil, mereka telah menjadwalkan ulang sejumlah pengiriman. Mereka mengklaim bahwa masalah tersebut akan dapat diselesaikan dan pengiriman bisa tetap dilakukan.

Menteri Kesehatan Spanyol Salvador Illa mengatakan kepada jaringan radio Spanyol SER bahwa masalah tersebut disebabkan oleh kelebihan kargo. Sementara itu, beberapa penundaan melanda Jerman setelah pembacaan suhu menunjukkan sekitar 1.000 dosis mungkin mengalami suhu lebih dari 8 derajat.

Bagaimanapun, negara-negara masih dapat memberikan dosis yang telah mereka miliki sebagai bagian dari peluncuran program vaksinasi di seluruh Eropa yang secara resmi telah dimulai pada akhir pekan lalu.

Mengenai peluncuran di Eropa, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan di Twitter bahwa dia tersentuh melihat orang-orang mulai menggunakan vaksin di seluruh Uni Eropa. Mulai dari Madrid ke Paris hingga Athena ke Riga.

Dalam pesannya terkait Boxing Day, dia juga mengatakan Uni Eropa telah mengamankan dosis vaksin yang cukup untuk melakukan program vaksinasi terhadap seluruh populasi yang ada di wilayah tersebut, yang hampir mencapai setengah miliar orang.

Terkait proses distribusi, Pfizer telah mengembangkan kotak transportasi khusus untuk mengirimkan vaksin kemana-mana yang dapat menampung es kering untuk pendinginan dan menampung 5.000 dosis selama 10 hari.

Negara juga dapat memilih untuk menyimpan vaksin di depot freezer farm saat mereka tiba, yang dapat menyimpannya hingga setengah tahun. Namun, beberapa negara telah melaporkan kekhawatiran tentang penyimpanan dingin yang cukup untuk mencegah pemanasan vaksin.

Laporan dari kantor berita AP, para pakar logistik mengatakan sebagian besar tempat di Asia Tengah, Afrika, dan kawasan sekitarnya dapat terpengaruh dengan proses ini, menyebabkan hampir 3 miliar orang kesulitan untuk mendapatkan suntikan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uni eropa Virus Corona Vaksin Covid-19
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top