Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemoterapi Untuk Penderita Kanker Kolorektal Tak Berat

Ada dua penanganan kanker kolorektal yakni operasi dan radiasi, namun tergantung pada stadiumnya.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 04 Januari 2021  |  09:45 WIB
Ilustrasi - ugandacancersociety.org
Ilustrasi - ugandacancersociety.org

Bisnis.com, JAKARTA - Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr. Ikhwan Rinaldi menjelaskan kemoterapi pada kanker kolorektal umumnya tidak berat.

Dalam prosedurnya kemoterapi hanya diberikan dalam interval 2 minggu, berbeda dengan jenis kanker lain yang diberikan setiap 3 minggu. "Kemoterapi kolorektal biasanya 12 kali atau 6 bulan, setiap 2 minggu dikemoterapi," bebernya beberapa waktu lalu.

Memang, dalam kemoterapi pasti ada efek samping yang akan dirasakan pasien. Namun bagi penderita kanker kolorektal ini, efek samping yang dirasakan umumnya tidak terlalu berat.

Efek samping biasanya terjadi pada saat-saat kemoterapi menjelang akhir. "Baru mulai kelihatan efek samping signifikan di atas 9 kali walaupun ada beberapa ditemukan di awal, itu biasanya dipengaruhi usia juga. Dokter akan berusaha untuk mencegah terjadinya perlambatan terus menerus, salah satu untuk mengatasi efek samping agar lebih singkat," ungkapnya.

Dokter Spesialis Onkologi Radiasi di RSCM, Sri Mutya Sekarutami menambahkan ada 2 penanganan kanker kolorektal yakni operasi dan radiasi, namun tergantung pada stadiumnya. Seringkali pasien yang datang dalam kondisi kanker yang tidak bisa dioperasi atau dibedah langsung, sehingga yang bisa dilakukan yakni radiasi.

Dalam hal ini ada 2 cara radiasi, yakni radiasi jangka pendek dan panjang. Kalau pertumbuhannya masih awal atau operable, bisa dilakukan dengan radiasi jangka pendek sebanyak 5 kali dan tidak perlu kemoterapi. Namun apabila tumor sudah lengket ke sekitar organ, radiasi jangka panjang yang diperlukan.

Tujuannya kata Sri yakni untuk operabilitas dan kemudian mematikan sel mikrometastasis. Radiasi jangka panjang ini biasanya dilakukan bersama kemoterapi yang disebut kemosensitizer dan dilakukan sebanyak 23 kali.

"Setelah itu akan dinilai lagi oleh dokter bedah apakah operable atau tidak. Kalau tidak, akan dilanjutkan dengan kemoterapi yang full dose atau memang kalau sudah metastasis akan masuk full dose kemoterapi," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dokter kanker kanker usus besar
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top