Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

China Tutup Kota Besar Pasca Blokir Kedatangan Tim WHO

Pemerintah Negeri Tirai Bambu itu melarang penduduk yang jumlahnya sekitar 11 juta orang untuk meninggalkan kota besar tersebut.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 07 Januari 2021  |  20:09 WIB
Suasana di salah satu titik Kota Wuhan, China menjelang akhir tahun 2020. /-Roman Pilipey/EPA - Guardian
Suasana di salah satu titik Kota Wuhan, China menjelang akhir tahun 2020. /-Roman Pilipey/EPA - Guardian

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah China melakukan lockdown di Shijiazhuang, ibu kota Provinsi Hebei, setelah memblokir kedatangan tim ahli virologo Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyelidiki asal-usul pandemi virus corona.

Pemerintah Negeri Tirai Bambu itu melarang penduduk yang jumlahnya sekitar 11 juta orang untuk meninggalkan kota besar tersebut. Langkah ini lantas memicu kekhawatiran bahwa China belum mengendalikan virus, meskipun jumlah kasusnya rendah dalam beberapa minggu dan bulan terakhir.

"Saya tidak percaya China telah berhasil melalui ini menuju kesuksesan yang mereka klaim. Tingkat kematian di Wuhan 10 kali lebih tinggi dari yang saya yakini di publik. Tapi mereka menekan setiap komentar di Internet dan menangkap siapa saja yang berani berbicara dan menantang garis pemerintah," tutur Ketua Komite Pertahanan Parlemen Inggris Tobias Ellwood seperti dilansir dari Express UK, Kamis (7/1/2021).

Hebei diketahui menyumbang 51 dari 52 kasus lokal yang dilaporkan oleh Komisi Kesehatan Nasional pada Kamis. Ini dibandingkan dengan 20 kasus yang dilaporkan di provinsi, yang mengelilingi Beijing, sehari sebelumnya.

Pihak berwenang di Shijiazhuang telah meluncurkan pengujian massal dan melarang pertemuan untuk mengurangi penyebaran virus corona.

Surat kabar Global Times yang dikelola pemerintah China melaporkan bahwa semua penjualan tiket kereta dari provinsi tetangga Hebei ke ibu kota telah ditangguhkan, dan stasiun bus jarak jauh Shijiazhuang pun ditutup.

Televisi pemerintah China juga melaporkan bahwa kota tersebut sekarang telah melarang penumpang memasuki stasiun kereta api utamanya.

Para pejabat telah menyatakan Hebei berada dalam "mode masa perang" melawan virus.

Pemerintah kota sebelumnya mewajibkan para pelancong untuk menunjukkan hasil PCR Covid-19 negatif yang diambil dalam 72 jam sebelum naik kereta atau pesawat di provinsi tersebut.

Tercatat total kasus Covid-19 baru untuk semua daratan China mencapai 63, dibandingkan dengan 32 yang dilaporkan sehari sebelumnya. Ini menandai kenaikan terbesar dalam kasus harian sejak 127 kasus dilaporkan pada 30 Juli.

Jumlah pasien tanpa gejala, yang telah terinfeksi virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit tetapi belum menunjukkan gejala apa pun, juga meningkat menjadi 79 dari 64 hari sebelumnya.

Jumlah total kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di China sejak wabah pertama kali dimulai di kota Wuhan pada akhir 2019 sampai sekarang mencapai 87.278 kasus, sementara jumlah kematian tetap tidak berubah di 4.634 kasus.

Di kota Dalian di provinsi Liaoning, yang telah melaporkan infeksi lokal dalam beberapa hari terakhir, penduduk di daerah berisiko menengah atau tinggi juga dilarang meninggalkan kota. Penduduk di daerah lain diberitahu untuk menahan diri dari perjalanan yang tidak perlu.

Pihak berwenang di provinsi Guangdong pada Rabu malam melaporkan seorang pasien yang terinfeksi varian virus corona yang lebih menular ditemukan di Afrika Selatan. Beberapa ilmuwan khawatir vaksin Covod-19 yang saat ini sedang diluncurkan mungkin tidak dapat melindungi varian ini karena mutasi tertentu yang telah diamati.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top